Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jemaah Haji asal Magelang Wafat di Mina, Afandi Tumeri Usia 85 Tahun dari Kloter SOC 25

Din Miftahudin • Jumat, 30 Juni 2023 | 06:10 WIB
IBADAH: Jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Mekah. Afandi Tumeri, 85, jemaah dari kloter SOC 25 Kabupaten Magelang. (Istimewa)
IBADAH: Jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Mekah. Afandi Tumeri, 85, jemaah dari kloter SOC 25 Kabupaten Magelang. (Istimewa)

MAKKAH - Satu lagi jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Mekah. Afandi Tumeri, 85, jemaah dari kloter SOC 25 Kabupaten Magelang menghembuskan nafas terakhir, sekitar pukul 12.00 waktu Arab Saudi di Mina kemarin (29/6).


Laporan Abdi D. Noor dari Makkah, Afandi meninggal setelah sempat mendapat perawatan dari tim dokter kesehatan haji SOC 25 di maktab no 63. Menjelang waktu Ashar atau sekitar pukul 15.30, jenazah warga Dusun Bolong RT 1 RW 9, Desa Salam Kanci, Kabupaten Magelang, itu dibawa dengan ambulans. 

Jenazah dibawa ke King Abdul Aziz Hospitals untuk divisum. Kemudian, dibawa ke Masjidil Haram untuk disalatkan dan dimakamkan di Makkah. 

Petugas Pembimbing Haji SOC 25 Syaiful Faizin menceritakan, sejak pagi, almarhum sudah sulit sekali makan. Hingga akhirnya diinfus. Setelah itu, kondisinya terlihat membaik. Sudah mulai mau minum susu satu gelas hingga habis.

"Tapi ketika mau kami tinggal Salat Dzuhur, kondisinya mulai kritis. Cuma sebentar tiba-tiba hilang nafas ya," kata Syaiful usai mengantar jenazah Afandi ke ambulans.


Selama dirawat, kondisi kesehatan Afandi tidak stabil. Tekanan darah dan saturasi naik turun. "Saturasi sempat 88, 90, drop jadi 60-an," jelasnya.


Menurur Syaiful, sejak dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kondisi kesehatan Afandi tidak lolos. Tapi arena sudah sampai di Donohudan, pihak keluarga meminta tetap diusahakan diberangkatkan. "Saat itu ada dua calon jemaah yang kesehatannya bermasalah.

Tapi, selama di Donohudan, Afandi bisa tidur. Itu yang jadi pertimbangan dokter di sana dia diberangkatkan. Sementara jemaah satunya tidak diberangkatkan," katanya.


Akhirnya Afandi diberangkatkan dengan pendamping dari jemaah yang lain. Jemaah pendamping itu yang tanda tangan. Karena kalau petugas tidak boleh tanda tangan. “Tapi sampai sini yang mendampingi tetap petugas bersama ketua regu," kata Syaiful.


Afandi tidak memiliki riwayat sakit yang berat. Hanya selama di Tanah Suci sangat sulit makan dan minum. Harus dibujuk dulu supaya mau makan. "Tidak ada keluhan sakit, jalan masih bisa. Cuma kalau tidak dimandikan tidak mau mandi. Pokoknya perjuangan berat kalau mau memandikan. Makan juga begitu," jelasnya.


Selain itu, almarhum diketahui mengalami demensia atau pikun berat. "Sering lupa segalanya. Tidak tahu jika sedang di sini (Makkah). Buang air juga tidak terkontrol," kata Syaiful. Karena itu selama di tanah suci, Afandi tidak ke mana-mana. Lebih sering tiduran saja di hotel dan maktab. (din)

Editor : Amin Surachmad
#haji #Magelang