Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bungkus Daging Kurban dengan Dekon

Hendri Utomo. • Kamis, 29 Juni 2023 | 19:00 WIB

RAMAH LINGKUNGAN: Warga Kroco menggunakan dekon untuk mengemas daging hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 2023 di Masjid Al Azhar Padukuhan setempat.
RAMAH LINGKUNGAN: Warga Kroco menggunakan dekon untuk mengemas daging hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 2023 di Masjid Al Azhar Padukuhan setempat.
 

RADAR JOGJA - Tradisi membungkus daging hewan kurban dengan daun kelapa dan jati atau kerap disebut dekon masih dilestarikan warga Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih. Hal itu sejalan dengan Kroco yang memang menyandang predikat sebagai padukuhan ramah lingkungan.

Pendistribusian daging kurban menggunakan dekon ini sudah berlangsung sejak 2019. Ïni semangat kami untuk peduli dengan lingkungan, membantu pemerintah menangani limbah sampah plastik," ucap Takmir Masjid Al Azhar Padukuhan Kroco Sugiyanto, Rabu (28/6).

Dijelaskan, penggunaan dekon juga cukup menghemat, daun kelapa dan jati juga banyak ditemui di lingkungan sekitar. Proses pemuatan dekon dimulai dengan menganyam daun kelapa menjadi sarangan (serupa tikar rajut). Daun jati digunakan untuk alas atau lembar pelapis meletakkan daging hewan kurban. ”Daun jati ini juga efektif menyerap cairan yang masih keluar, sehingga tidak menetes," jelasnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pembuatan sarangan yang biasanya dibuat bersama-sama di serambi Masjid Al Azhar Kroco, tahun ini diserahkan ke warga untuk dibuat di rumah. "Sedikitnya ada 30 orang dan masing-masing membuat 10 sarangan, kemudian dikumpulkan di masjid saat proses penyembelihan hewan kurban," katanya.

Ditambahkan, Masjid Al Azhar Kroco melaksanakan penyembelihan hewan kurban Rabu (28/6). Setelah hewan kurban disembelih dan dikuliti, daging kemudian dipotong atau dicincang ukuran kecil berbentuk dadu. "Setiap dekon bisa diisi 1,5 kilogram daging. Idul Adha tahun ini panitia memang hanya menyiapkan 300 dekon saja," imbuhnya.

Prapto Wiyono Trubus warga Kroco mengungkapkan, dekon atau sarangan masih relevan dengan kondisi saat ini. Penggunaan dekon juga efektif untuk mengurangi biaya pembelian kantong plastik. "Lebih positif lagi bisa meningkatkan semangat gotong royong," ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan dekon ini sudah sejak nenek moyang. Jaman dahulu lebih akrab digunakan untuk membawa nasi berkat kenduri, sebelum bergeser ke penggunaan besek, kardus karton dan kantong plastik seperti saat ini."Kami tidak ingin  tradisi ini hilang, menggunakan bahan ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik. Membuat satu dekon ini bisa selesai dua menit, ya bahannya cuma daun kelapa dan daun jati," ujarnya. (tom/pra)

Editor : Satria Pradika
#daging kurban #Kulon Progo