Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kecil, Target PAD Gunungkidul dari Wisata Super Long Weekend

Gunawan RaJa • Rabu, 28 Juni 2023 | 22:12 WIB
DIPREDIKSI MENURUN: Suasana kunjungan wisata di Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari beberapa waktu lalu. (GUNAWAN/RADAR JOGJA)
DIPREDIKSI MENURUN: Suasana kunjungan wisata di Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari beberapa waktu lalu. (GUNAWAN/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL - Libur panjang minggu ini diprediksi tidak banyak pengaruhnya bagi pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. Bahkan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul hanya berani pasang target minimalis.


Plt Kepala Dispar Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, super long weekend pada libur Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah diprediksi tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisata.


"Berdasarkan pengalaman, masyarakat punya kesibukan masing-masing pada hari raya kurban," kata Harry Sukmono saat dihubungi kemarin (28/6).


Meski demikian, pihaknya tetap memasang target kunjungan maupun pendapatan selama libur panjang. Sejumlah persiapan telah dilakukan melibatkan lintas sektoral maupun internal dispar.


"Target kunjungan super long weekend tahun ini sebanyak 47.950 orang dan PAD Rp 361.046.700," ujarnya.


Dibanding libur panjang sebelumnya, target kunjungan maupun PAD pada libur Idul Adha memang lebih kecil. Libur panjang awal bulan lalu misalnya, dispar berani pasang target  54.438 wisatawan.


"Untuk target super long weekend ini kami prediksi mulai terlihat pada hari Jumat sampai dengan Minggu," ucapnya.


Lebih jauh dikatakan, sepanjang 2023 dispar memasang target PAD Rp 9.060.735.045, dengan jumlah pengunjung sebanyak 1.231.699 orang. Harry yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul optimis, sasaran tersebut dapat tercapai.


Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, setiap tiga bulan sekali membuat rekomendasi pengawasan yang disampaikan ke bupati untuk perbaikan. Pemkab diminta mengantisipasi kebocoran retribusi, salah satunya dengan penguatan sosialisasi e-ticketing.

"Tidak hanya masalah petugas penarikan yang disoroti, kami mendorong agar ada intensifikasi dan ekstensifikasi dalam upaya penarikan retribusi," kata Endah Subekti Kuntariningsih. (gun) 

Editor : Amin Surachmad
#long weekend #PAD #Gunungkidul #PAD (Pendapatan Asli Daerah)