Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tindakan Asusila di Malioboro, Pemprov DIJ Perhatikan Perbanyak Jogoboro, CCTV, dan Lampu Penerangan

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 26 Juni 2023 | 22:54 WIB

 

TEGAS: Sekprov DIJ Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan Senin (26/6). (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)   
TEGAS: Sekprov DIJ Beny Suharsono di Kompleks Kepatihan Senin (26/6). (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)  

 

 

 RADAR JOGJA - Tindakan asusila yang lagi-lagi terjadi di sentra Malioboro menjadi evaluasi dan perhatian Pemprov DIJ. Paska kejadian tersebut, pemprov akan merumuskan upaya agar kententraman dan ketertiban tetap terjaga di Malioboro.

 

Sekprov DIJ Beny Suharsono mengatakan pemprov akan bekerjasama dengan semua stakeholder terutama di Kota Jogja sesuai tugas dan fungsinya untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban di setiap wilayah. Utamanya di lokasi vital Malioboro yang menjadi salah satu sentrum DIJ.

 

"Kan Malioboro di setiap aktivitasnya menjadi menarik dan sangat menarik apalagi ini kaitannya dengan tindakan yang tdiak terpuji oleh siapapun. Ini jadi rekaman," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Senin (26/6).

 Baca Juga: Perilaku Asusila Terjadi Lagi di Malioboro

Beny menyebut, pemprov masih saja kecolongan dengan fenomena tersebut. Fenomena tersebut merupakan kedua kalinya pada tahun ini yang terekam jejak digital.

 

Hal itu diklaim tidak bisa dicegah, terlebih jika pengunjung memanipulasinya dengan membuat konten video. Dan banyak produk dilakukan di Jalan Malioboro seolah-olah mempertontonkan Malioboro boleh apa adanya, boleh melakukan apa saja.

"Ternyata tidak, kita jaga betul ini. Seperti itu kita masih tanda kutip kita masih teledor, kurang waspada," ujarnya.

Menurutnya, salah satu upaya yang akan dilakukan tidak hanya akan memperbanyak petugas Jogoboro di Malioboro. Tetapi juga akan memperbanyak CCTV. Ini sebagai upaya agar kejadian serupa tak lagi terjadi di pusat Titik Nol Kilometer maupun Malioboro. "Kalau itu keambil kamera jejak digitalnya bisa dilaporkan karena tindakan asusila itu," tandasnya.

 Baca Juga: Asusila Kembali Terjadi di Seputar Malioboro, Bercumbu di Titik Nol

Selain itu juga menambah lampu penerangan di sepanjang Jalan Malioboro. Serta memecah konsentrasi di Malioboro. Dan ini sedang di desain hingga saat ini dengan adanya Jogja Planning Gallery (JPG) ke depan di kawasan Malioboro.

 

"Ada saja dan menariknya kalau terjdinya di kawasan Malioboro itu menjadi perhatian media, dua frase itu menghebohkan Jogja. Dan itu selalu kita liat trennya mana kala mendekati musim libur. Kebebasan itu jangan-jangan ada budaya yang sedang terkirim ke Jogja yang sama-sama harus kita hadapi. Semua itu harus kita jagani bareng-bareng," jelasnya.

 

Menurutnya, keberadaan JPG nantinya untuk membuka titik agar orang tidak berkerumun secara masif di satu tempat. Disamping keterbatasan petugas, adanya petugas Jogoboro dan Jogo Margo pun tak bisa 24 jam berada di sana.

 

"Kalau sudah berkerumun itu sulit sekali mengontrol nggak bisa. Tapi kita tidak boleh menyerah, karena itu sentrum harus dilakukan (upaya) supaya orang tetap tertarik jalan ke Malioboro," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Jogja planning gallery #Pemprov DIY #Malioboro