RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memprediksi ada kenaikan jumlah wisatawan selama libur Idul Adha mendatang. Meskipun demikian, instansi tersebut tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi lonjakan wisatawan pada momentum tersebut.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Wisata Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, potensi kenaikan wisatawan mulai 40-50 persen dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini mengacu pada cuti bersama Idul Adha yang akan berlangsung sampai tiga hari.
Namun meskipun ada potensi lonjakan wisatawan, pria yang akrab disapa Ipung itu mengaku tidak menyiapkan tindakan khusus. Karena situasi dan kondisi liburan pada momen libur Idul Adha sangat berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri.
Menurut Ipung, tidak adanya persiapan khusus itu karena saat momentum libur Idul Adha, mayoritas masyarakat akan sibuk dengan berbagai kegiatan kurban. Sehingga dampaknya pun hanya sebagian masyarakat saja yang pergi berwisata.
"Perkiraan saya peningkatan wisatawan tetap ada, tapi kami tidak ada persiapan khusus menghadapi libur Idul Adha," ujar Ipung saat dikonfirmasi Minggu (25/6).
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan, persiapan khusus justru dilakukan pihaknya ketika musim di libur sekolah atau setelah cuti bersama Idul Adha berakhir. Dia mengaku akan menambah petugas penarik retribusi agar serapan pendapatan dari sektor pariwisata bisa lebih maksimal pada momentum tersebut.
Kwintarto menyebut, peningkatan jumlah wisatawan itu terjadi karena banyak anak-anak sekolah melakukan study tour. Sehingga kunjungan wisatawan ke wisata favorit seperti kawasan pantai selatan pun akan dikunjungi wisatawan berupa rombongan.
"Kami siapkan penambahan petugas pemungutan retribusi, bahkan di malam hari. Namun penambahannya tidak sebanyak seperti libur Lebaran," katanya.
Di sisi lain, Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo mengaku, dalam menghadapi musim libur sekolah nanti pihaknya masih melihat situasi dan kondisi atau istilahnya wait and see. PHRI Bantul tidak mau berekspektasi tinggi terhadap kunjungan wisata pada musim liburan tersebut.
"Menghadapi libur sekolah PHRI Bantul kita tidak mau berekspektasi tinggi seperti di libur Lebaran. Namun kami tetap berharap (okupansinya, Red) bisa menyentuh 70-80 persen," beber Hendra. (inu/eno)