Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aksara Jawa Harus Dilestarikan, Relawan Balaksara Dikukuhkan

Amin Surachmad • Sabtu, 24 Juni 2023 | 04:49 WIB
SEMANGAT: Pegiat aksara jawa mengatasnamakan Balaksara resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung di Puri Mataram, Sleman Jumat (23/6). (Istimewa)
SEMANGAT: Pegiat aksara jawa mengatasnamakan Balaksara resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung di Puri Mataram, Sleman Jumat (23/6). (Istimewa)

RADAR JOGJA - Pegiat aksara jawa mengatasnamakan Balaksara resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung di Puri Mataram, Sleman Jumat (23/6).

Koordinator Balaksara DIJ Syukron Arif Muttaqin mengungkapkan Balaksara merupakan akronim dari Bala Aksara.

"Artinya bala (bolo, red) adalah teman. Jadi Balaksara berarti teman-teman pegiat aksara," ujar Anggota Komisi D DPRD DIJ itu.

Syukron

Syukron mengungkapkan Balaksara dibentuk sebagai wadah merawat, mengembangkan sekaligus melestarikan budaya Jawa berupa aksara. Terdiri dari para anak muda, Balaksara memberikan pelatihan tentang aksara, penggunaannya, serta pengembangan diberbagi platform.

"Jadi kalau mau belajar aksara jawa nanti akan dibantu oleh teman-teman Balaksara ini," paparnya.

Syukron menambahkan sedikitnya ada 20 orang telah bergabung dalam pengukuhan Balaksara ini. Mereka berasal dari seluruh Kabupaten dan Kota di DIJ.

"Mereka (Balaksara, Red) rata-rata adalah para pelajar dan mahasiswa. Bahkan ada juga yang masih berstatus pelajar SMP," tuturnya.

Balaksara bersifat umum. Siapa saja dapat bergabung menjadi anggota. "Kami terbuka bagi semua kalangan. Syaratnya hanya satu, bisa baca tulis aksara Jawa," terangnya.

Salah satu anggota Balaksara Didi Manarul Hadi mengaku senang dapat bergabung dengan komunitas ini. Selain menambah wawasan soal aksara, tujuannya bergabung dengan komunitas ini supaya dapat turut melestarikan peninggalan leluhur yang berupa aksara.

"Kalau mahir juga belum, tapi saya sangat tertarik mempelajarinya. Semoga semangat ini menyalur ke generasi muda lainnya. Sehingga aksara Jawa tetap terjaga dan lestari," tutur Didi, yang juga Ketua PW IPNU DIJ itu.

Pengukuhan digelar usai kegiatan Bedah Buku dengan judul Gampang Eling Cara Ngapak. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara DPRD DIJ dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIJ.

Penulis Buku Akhmad Fikri menjelaskan buku ini berisi tentang metodologi belajar aksara Jawa dengan cara pemahaman. Didalamnya terdapat teknik praktis hafal aksara jawa dengan mudah.

"Dijelaskan dalam buku ini dengan hanya menghafalkan lima aksara saja yakni Ca Ra Nga Pa Ka sudah bisa menghapal seluruh aksara Jawa yang ada," jelas Fikri.

Fikri menyebut bila dipelajari secara intensif, setiap orang bisa dengan mudah memahami aksara Jawa hanya dengan 3 jam.

Editor : Amin Surachmad
#Yogyakarta #Komisi D DPRD DIY #aksara jawa