JOGJA - Ada hal yang berbeda dengan halaman parkir depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jogja di Jalan Sukonandi, Semaki, Umbulharjo, Kota Jogja. Tidak seperti kantor pemerintahan pada umumnya.
Memasuki area parkir, terlihat garis marka bewarna merah jambu atau pink. Garis miring sejajar parkir mobil, bertuliskan 'Parkir Kaum Rentan' dan 'Parkir Wanita'.
Garis warna pink sebagai penanda bahwa ruang parkir itu diperuntukkan khusus bagi kaum rentan dan perempuan. Hal ini sangat layak diapresiasi.
Sederhana dan terlihat sepele. Namun ini justru menunjukkan tingkat kepedulian Kantor Kejari Jogja pada kaum rentan dan perempuan sangat tinggi.
Parkir yang terbatas namun masih menyediakan ruang untuk kaum rentan. Layak dan patut diteladani di tengah banyaknya ketidakpedulian kepada kaum rentan belakangan ini.
"Betul, kita upayakan ada sediakan parkir. Walau pun dengan tanda-tanda sederhana, ya. Tapi, itu kita sediakan untuk kaum rentan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jogja Saptana Setya Budi di Kompleks Balaikota Jogja belum lama ini.
Ruang parkir bagi kaum rentan ini hanya salah satu upaya. Saptana menilai kaum rentan memang harus diberi ruang khusus. Mereka sebetulnya sudah mandiri dan bisa langsung memanfaatkan layanan.
Ruang parkir warna pink sebagai simbol ini menunjukkan bahwa kemandirian mereka perlu disupport. Biarkan mereka mandiri dengan difasilitasi.
"Upaya memberikan layanan yang mereka bisa mandiri. Layanan humanis," ujarnya.
Menurutnya kaum rentan bisa dibilang justru sangat mandiri. Membantu secara berlebihan pun dinilai tidak baik karena terkadang justru menunjukkan minimnya kepercayaan kita kepada mereka.
"Kadang kalau dibantu-bantu (secara berlebihan, red), nyuwun sewu ya nggak nyaman beliau. Kalau mereka bisa mandiri lebih baik," ujarnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad