RADAR JOGJA - Penataan kawasan Alun-alun Wonosari tahap dua dimulai. Tahun ini Pemkab Gunungkidul mengeluarkan anggaran setengah miliar lebih untuk levelling atau waterpassing agar tanah lapang menjadi rata.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, penataan kawasan Alun-Alun Wonosari tahap pertama dilakukan sejak tahun lalu. Sudah diserahterimakan dengan nilai anggaran Rp 730 juta.
"Sekarang dilanjutkan tahap kedua. Mboten (tidak) terkena refocusing, " kata Hary Sukmono saat dihubungi (23/6).
Dia menjelaskan, pada tahap kedua normalisasi pengerjaan fisik levelling. Beda tinggi sisi timur dan sisi barat, sekitar 70 sampai 100 centimeter diratakan. Pagu anggaran sebesar Rp 728 juta.
"Hanya leveling saja pada tahap kedua ini," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul ini menerangkan, setelah perencanaan selesai, mulai 8 Juni 2023 dilakukan pengerjaan. Proyek yang masuk dalam 10 program strategis 2023 itu waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
"Dengan nilai kontrak Rp 551.389.000," ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan, program penataan alun-alun tidak hanya selesai pada levelling. Dilanjutkan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Tahun ini sesuai arahan bupati dilakukan levelling atau persiapan lahan.
Baca Juga: ITD Adisutjipto Jangkau Warga Gunungkidul
"Penataan kawasan seperti jogging track, tempat duduk, lampu, instalasi air dan sebagainya itu ada di master plan. Kalau fisiknya sekarang hanya levelling," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengingatkan agar pelaksanaan kegiatan fisik levelling Alun-alun Wonosari dikerjakan dengan baik. Mengingat alun-alun adalah wajah kota ibukota kabupaten.
"Mungkin sudah waktunya pengerjaan (tahap dua)," kata Heri Nugroho. (gun)