RADAR JOGJA - Kaisar Jepang Naruhito mengapresiasi optimalisasi Sabo Dam Merapi di Sleman. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pers untuk Kaisar Naruhito, Kojiro Shiojiri pada Rabu (21/6/2023) malam.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mendampingi Kaisar Naruhito meninjau Sabo Dam secara langsung, pada Rabu siang.
Shiojiri mengatakan saat Balai Teknik Sabo dibangun di Jogja, pemerintah Jepang mengirim sejumlah tenaga ahli khusus. Mereka bertugas memberikan pelatihan dan bimbingan teknik kepada tim ahli dari Indonesia.
"Pengiriman ahli Jepang berhenti 6-7 tahun lalu. Artinya, sekarang tenaga ahli Indonesia, artinya sudah ada SDM baik dan berkualitas dari Indonesia," jelasnya.
Tenaga ahli Indonesia bukan hanya sudah ahli dalam teknologi rintisan Jepang itu. Bahkan eksperimen terus dikembangkan hingga saat ini. Hal ini sangat diapresiasi oleh Kaisar Jepang Naruhito.
"(Tim ahli Indonesia, red) masih meneruskan eksperimen dan mengembangkan teknologi terkait dengan Sabo," ujarnya.
Tidak berhenti di situ, Kaisar Jepang sangat puas dengan optimalisasi Sabo Dam Merapi. Sebab hasil penelitian yang dilakukan selama ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Dan membuahkan hasil yang bagus.
"Sudah dibuktikan tahun 2010 (saat erupsi Merapi, red), waktu itu Sabo bisa menahan sedimen atau lahar dingin dan pasir. Artinya itu pengalaman dan hasil penelitian sungguh-sungguh dimanfaatkan," jelas Kojiro Shiojiri.
Lebih lanjut, dia mengatakan kebanggaan yang lebih mendalam. Sebab teknologi dan pengembangan Sabo Dam di Jogja itu diadopsi oleh negara lain. Diantaranya Filipina, Bangladesh, Pakistan dan Papua Nugini.
"Artinya sangat bermanfaat di negara-negara lain. Maka kami sangat senang dan bangga ternyata kerjasama Jepang dan Indonesia berkembang dan tersebar ke berbagai negara," jelasnya.
Sabo Dam dibangun sekitar tahun 1960-an sebagai bentuk kerjasama pemerintah Jepang dan Indonesia. Sabo Dam bertujuan mengurangi risiko dan dampak banjir lahar Gunung Merapi.
Bagi Daerah Istimewa Jogjakarta, Sabo Dam sangat penting untuk mencegah lava Gunung Merapi. Sehingga tidak turun sampai ke pemukiman apalagi perkotaan.
Konstruksi Sabo Dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran yang berbeda-beda. Ukuran terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar. Sedangkan ukuran yang paling kecil untuk menahan pasir. (lan)
Editor : Amin Surachmad