Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bikin Paser dari Paralon, Rela Dibayar dengan Doa

Rizky Wahyu • Kamis, 22 Juni 2023 | 17:00 WIB

JADI BERMANFAAT : Jefri Baharudi Sutawijaya bersama karyanya yang berasal dari limbah sampah. Meski terbuat dari sampah barang-barang tersebut memiliki nilai ekonomis tersendiri.
JADI BERMANFAAT : Jefri Baharudi Sutawijaya bersama karyanya yang berasal dari limbah sampah. Meski terbuat dari sampah barang-barang tersebut memiliki nilai ekonomis tersendiri.
RADAR JOGJA - Berawal dari keresahan populasi sampah di Jogjakarta, Jefri Baharudi Sutawijaya memanfaatkan barang-barang yang tak lagi terpakai. Salah satu karyanya adalah membuat senapan atau paser berbahan paralon. Seperti apa?

Rizky Wahyu, Jogja, Radar Jogja

Baharudi mengisahkan kreatifitas tersebut berawal dari bekerja sebagai tukang bangunan. Ia pun mengumpulkan dan memanfaatkan limbah paralon tersebut menjadi alat atau barang yang bisa di manfaatkan oleh manusia. 


"Pertama dulu banyak paralon yang saya bikin untuk kandang merpati. Lambat laun banyak limbah paralon kecil akhirnya saya buat senapan paser ini," ujarnya pria yang akrab disapa Pono, kepada Radar Jogja, Selasa (20/6/23).


Pono memilih limbah paralon untuk dijadikan bahan adalah sebagai wujud kepedulian dirinya kepada lingkungan. 
Lelaki yang tinggal di Glaggah, Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Warungboto, Jogja itu menjelaskan bahan paralon tersebut didapatkannya dari sisa proyek bangunan yang sudah tidak terpakai. Tak hanya itu saja ia juga mendapatkan bahan yang berasal dari rosok-rosok yang sudah tidak terpakai. "Bahannya yang pasti bahan legal dan apa adanya yang benar-benar sisa," katanya.


Untuk paser atau senapan paralon yang dihasilkan, barangnya selalu murni dan tidak pernah menggunakan cat. Sebab menurutnya kalau menggunakan cat itu akan menciptakan limbah baru.
Jabrik mengaku, bahwa produk paser atau senapan paralonnya banyak peminatnya. Seperti buat menembak ikan, cicak, tokek, dan tikus. 


Kesibukan Jabrik untuk membuat paser paralon tersebut sudah dilakoninya sejak satu tahun lalu. Dan sampai sekarang dirinya sudah banyak memiliki pelanggan.


"Tapi kan para pelanggan sering saya suruh sabar. Karenakan saya tidak mau menggunakan barang baru. Kalau saya baru dapat limbah, nah pesanan itu baru saya garap. Sebab kalau saya beli barang baru itu saya menciptakan libah baru juga," jelasnya.
Untuk penjualan paser paralon itu. Jabrik menjualnya melewati media sosialnya. Seperti Facebook dan WhatsApp. Dan untuk kisaran harga, Jabrik mematok harga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.


"Tapi kalau orang tersebut mempunyai KMS itu bisa dapat kortingan menjadi 50 ribu. Dan kadang ketika ada orang yang pengen dan tidak punya uang saya rela hanya dibayar dengan doa saja. Sebab niat saya sudah Lillahitaalla buat menggurangi limbah," tambahnya.
Ia berpesan kepada masyarakat agar bisa menjaga bumi dan alam. Dan tak hanya itu saja, ia juga berharap agar tidak selalu mengotori lingkungan. "Sebab masih banyak limbah yang masih bisa kita manfaatkan dan digunakan. Dan sebisa mungkin kita harus mengurangi populasi sampah," tandasnya. (bah) 

Editor : Satria Pradika
#paralon #Jogja