Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Doa dan Artinya
Abdul Rahman• Rabu, 21 Juni 2023 | 08:26 WIB
BISMILLAH : Keberangkatan calon jamaah haji dari Masjid Agung Sleman, Selasa (6/6). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Umat Islam disunahkan untuk melaksanakan ibadah puasa Dzulhijjah yakni pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Tetapi, khusus puasa pada dua hari yakni tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah memiliki nama tersendiri yaitu puasa tarwiyah dan puasa Arafah.
Melaksanakan ibadah puasa tarwiyah bakal dihapus dosa selama satu tahun. Dinamai tarwiyah atau perenungan karena pada tanggal ini terdapat sejumlah peristiwa penting.
Dilansir dari NU Online, Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam salah satu kitab masterpiece-nya, Mafâtîhul Ghaib, mengatakan, dinamai Tarwiyah pada hari kedelapan bulan Dzulhijah yang mempunyai makna berpikir atau merenung. Hari tersebut identik dengan keadaan berpikir dan merenung akan peristiwa yang masih dipenuhi keraguan.
Pada hari Tarwiyah atau 8 Dzulhijjah, Nabi Adam merenung usai diperintah untuk membangun ka'bah guna mengusir rasa sedihnya usai diturunkan dari surga ke dunia.
Pada malam Tarwiyah atau 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi saat sedang tidur. Dia seolah diminta untuk menyembelih anaknya.
Keesokan harinya, dia berpikir apakah mimpi itu dari Allah atau dari setan. Baru pada malam Arafah mimpi itu datang lagi. Nabi Ibrahim pun tahu dan yakin kalau mimpi itu datangnya dari Tuhan.
Selain itu, pada hari Tarwiyah, para jamaah haji keluar dari Makkah menuju Mina. Mereka berpikir tentang doa-doa yang akan mereka panjatkan pada keeseokan harinya di hari Arafah.
Bagi yang akan melaksanakan ibadah puasa tarwiyah, berikut niatnya lengkap dengan Arab, Indonesia, dan artinya.