Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara ratusan peluru berukuran kaliber 9,9 milimeter itu diduga merupakan sisa-sisa perang. Karena peluru yang ditemukan diperuntukkan untuk senjata mesin berat model lama.
"Hingga Minggu ada sekitar 800 butir peluru yang berhasil diamankan," ujar Jeffry dalam keterangannya Minggu (18/9).
Baca Juga: Dangdut Rasulan Ricuh, Satu Warga Girisubo Tewas Tertembus Peluru
Mantan Kasi Humas Polres Kulonprogo itu menerangkan, awal penemuan ratusan butir peluru itu bermula ketika ada dua orang pemecah batu bernama Muhammad Hasim, 64, dan Ngatijio, 60 melakukan aktivitas di pekarangan rumah milik Jafar warga RT 07 Padukuhan Manggung.
Saat sedang bekerja, lanjut Jeffry, kedua orang saksi lalu menemukan sebanyak 30 butir peluru yang berada di bawah pecahan batu dan dalam keadaan tertimbun tanah. Peristiwa itu lalu dilaporkan kepada dukuh setempat dan diteruskan ke petugas Polsek Imogiri.
Kemudian pada Sabtu (18/6), Tim Gegana Polda DIJ melakukan penanganan dan kembali menemukan sebanyak 800 butir peluru. Jeffry menyatakan bahwa ratusan butir peluru tersebut sebagian masih aktif dan sebagian lagi tinggal selongsongnya saja.
"Untuk saat ratusan peluru sudah dilakukan penanganan dan diamankan," tandasnya. (inu/eno/sat)
Editor : Satria Pradika