Sebelumnya, pukul 11.30 jenazah tiba di Balairung UGM setelah acara Persekutuan doa penghiburan di PUJK Jogjakarta. Nampak suasana haru menyelimuti Balairung UGM setelah jenazah tiba. "Kami berbelasungkawa. Kami sangat merasa kehilangan kolega kami yang sangat aktif," ujar mantan wakil presiden Boediono.
Menurut Boediono, sosok Sri Adiningsih telah banyak berkontribusi memberikan masukan dan hasil karya untuk bangsa maupun UGM. Selain Boediono, hadir juga Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Anggota Watimpres Sidarto Danusubroto, serta sejumlah guru besar dan civitas akademik UGM.
Baca Juga: Inisasi Konsorsium Riset Kopi, UGM Terima Kunjungan Tim Riset Kopi University of California
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM Didi Achjri juga mengatakan Sri Adiningsing adalah sosok guru besar yang sangat ramah.Sebagai mantan ketua watimpres, Bu Sri sapaan akrab Sri Adiningsih masih menyempatkan diri untuk membantu mengerjakan tugas-tugas yang ada di senat akademik UGM.
Sidarto Danusubroto juga merasa kehilangan sosok Sri Adiningsih. Memurutnya bakti, cinta, dan pengabdiannya untuk bangsa Indonesia sanggat luar biasa.Bu Sri merupakan sosok yang sangat berintegritas, rendah hati, disiplin, selalu ceria, dan positif di berbagai kesempatan.
Sidarto juga menuturkan Sri Adiningsing adalah sosok yang produktif. Yang selalu memberikan ratusan nasehat dan pertimbangan, baik untuk presiden, lembaga kajian penulisan hukum, dan lain-lain yang memberikan manfaat untuk masyarakat banyak.
Sri Adiningsih adalah teladan bagi kita semua. “Seorang presmpuan yang teguh memegang prinsip dan seluruh hidupnya dibaktikan ke bangsa dan negara," tuturnya. (cr2/din)
Editor : Satria Pradika