Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Lagi Desa Miskin tapi Desa Mandiri, Desa Giritengah Lestarikan Seni Budaya Tradisional

Naila Nihayah • Senin, 19 Juni 2023 | 15:35 WIB

ATRAKSI BUDAYA: Para warga di Desa  Giritengah, Borobudur melaksanakan gelar budaya sekaligus memperingati hari jadi  ke-352, Sabtu (17/6).
ATRAKSI BUDAYA: Para warga di Desa  Giritengah, Borobudur melaksanakan gelar budaya sekaligus memperingati hari jadi  ke-352, Sabtu (17/6).
RADAR JOGJA - Desa Giritengah, Borobudur terus berupaya untuk melestarikan seni budaya tradisional melalui gelar budaya. Beberapa harapan pun dipanjatkan. Di antaranya tak lagi masuk kategori desa miskin. Bahkan diharapkan tahun ini bisa menjadi desa mandiri.

Para warga pun telah berkumpul dan memadati kawasan pegunungan Menoreh untuk mengikuti kirab menuju Terminal Giritengah. Beberapa ogoh-ogoh dan gunungan palawija menghiasi kirab tersebut.

Kegiatan tahunan itu diikuti oleh warga setempat, seniman, budayawan, dan pelaku wisata. Tujuannya untuk melestarikan seni budaya tradisional sekaligus sebagai daya tarik wisata di kawasan penyangga Borobudur. Sekaligus memperingati Hari Jadi Desa Budaya Giritengah ke-352.

Baca Juga: Masyarakat Terban Gelar Budaya Ruwahan

Plt Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Sulistyio menyampaikan, di tahun ini, Desa Giritengah menjadi desa binaannya. "Harapannya, warga Desa Giritengah pada sensus berikutnya tidak masuk dalam kategori desa miskin lagi," kata Sulistyio di sela kegiatan, Sabtu (17/6).

Menurutnya, ada beberapa potensi yang bisa terus dikembangkan di Desa Giritengah ini. Apalagi desa ini mendapatkan nominasi prestasi nasional sebagai 'Desa Budaya' nomor 2 se-Indonesia. Dia berharap, pada sensus berikutnya, Desa Giritengah bisa menjadi desa mandiri.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengapresiasi gelar budaya yang dilakukan oleh Desa Giritengah. Di usianya yang ke-352 tahun ini, kata dia, ada banyak hal yang harus dipenuhi. "Perjalanan panjang ini yang paling penting yaitu bersyukur. Nikmat syukur inilah yang kita wujudkan dengan menggelar gelar budaya," ujar Zaenal.

Baca Juga: Semarak Gelar Budaya Sampan

Zaenal mengatakan, Bung Karno berpesan agar bangsa Indonesia bisa mandiri di bidang politik, ekonomi, serta memiliki kepribadian dalam kebudayaan. Untuk itu, kata dia, kebudayaan-kebudayaan adiluhung yang menjadi warisan luhur para leluhur ini harus terus dilestarikan dan dijaga bersama."Karena ternyata kepribadian kebudayaan yang ada di kita mampu menjadi benteng di tengah-tengah perubahan era globalisasi yang cukup luar biasa cepat dan pesat ini," ungkap Zaenal.
(aya/pra/sat)

Editor : Satria Pradika
#gelar budaya #tradisional #Magelang #ogoh ogoh