Ketua Timsel Calon Anggota Bawaslu DIJ Prof Dr Inayah Rohmaniyah menuturkan, empat calon yang lolos tes wawancara ini menggambarkan keseimbangan gender atau keterwakilan perempuan. Empat nama ini selanjutnya diserahkan ke Bawaslu RI, untuk mengikuti fit and proper tes yang ditangani langsung Bawaslu RI.”Selanjutnya akan ditentukan dua nama untuk menduduki jabatan komisioner Bawaslu DIJ periode 2023-2028,” tutur Prof Inayah.
Menurut Inayah, setelah melalui tahapan terakhir proses seleksi, empat nama ini dinyatakan lolos dalam rapat pleno timsel yang dilaksanakan pada Selasa (13/ 6). Rapat pleno dihadiri seluruh anggota timsel. Selain ketua timsel, juga hadir Sekretaris Timsel Dr Mahaarum Kusuma Pertiwi, beserta tiga anggota timsel, yaitu Ary Fatanen Dr Yusfitriadi, dan Masruchah.
Inayah Mengaku lega setelah menyelesaikan tahapan ini. Yakni untuk memilih putri dan putra terbaik DIJ. Baik dalam aspek pengetahuan tentang kepemiluan, aspek integritas, komitmen, motivasi dan resiliensi. Juga dalam keberpihakan terhadap masyarakat marginal, kemampuan komunikasi dan kerja sama tim, kualitas kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi, serta pengetahuan muatan lokal.”Lebih lega lagi karena DIJ bisa menunjukkan keseimbangan gender dalam komposisi calon ini” imbuh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga ini.
Inayah berharap Bawaslu RI nantinya dalam menentukan dua anggota Bawaslu DIJ bisa mempertimbangkan keseimbangan gender atau keterwakilan perempuan. Keseimbangan gender ini penting. Selain karena amanat Undang-Undang, juga karena jumlah pemilih perempuan di DIJ untuk Pemilu 2024 tinggi.
Anggota Timsel Masruchah mengatakan, keseimbangan gender ini menjadi konsern nasional karena tidak mudah dalam merealisasikannya di provinsi-provinsi lain. Bahkan, sebagian besar provinsi harus membuka perpanjangan waktu pendaftaran untuk dapat memenuhi 30 persen pendaftar perempuan.“Nantinya Bawaslu RI akan menetapkan dua orang sebagai anggota Bawaslu DIJ,” katanya.(din)
Editor : Satria Pradika