Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pedagang Justru Keluhkan Permintaan Turun, Sempat Melonjak, Harga Bawang Merah Kini Mulai Stabil 

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 15 Juni 2023 | 00:10 WIB

JADI SEPI: Pedagang saat menyiapkan bawang merah untuk pembeli di Pasar Beringharjo Jogja.
JADI SEPI: Pedagang saat menyiapkan bawang merah untuk pembeli di Pasar Beringharjo Jogja.

RADAR JOGJA - Harga bawang merah sudah mulai stabil, pedagang malah mengeluhkan permintaan pembeli menurun dalam satu minggu terakhir. Diduga kenaikan harga bawang merah sebelumnya menjadi penyebabnya. Namun mereka tetap berkomitmen mengadakan persediaan. 


Seorang pedagang Pasar Beringharjo Endang Mujiwati mengatakan, permintaan bawang merah menurun dalam beberapa hari terakhir. Saat harga bawang merah merangkak naik pun, kondisi pasar sepi dan permintaan menurun. "Musim-musim bulan ini biasanya sudah sibuk. Kan banyak yang nyari sekolah. Daya belinya menurun," katanya di Pasar Beringharjo lantai 2 Selasa (13/6/23). 


Praktis dia mengalami penurunan omzet hingga 40 persen. Padahal biasanya komoditas bawang merah penjualannya bisa mencapai 5 kuintal. Namun, saat ini omzetnya menurun sekitar 40 persen dari sebelum Lebaran. "Walaupun keadaan begini, kita tetap nggak ngurangin stok. Barang tetap harus ada, ini barangnya dari Bima NTB. Sama dari lokal sini Semarang, Kulonprogo tapi dikit-dikit," ujarnya. 


Pedagang lain Mimin menambahkan, penurunan permintaan itu terjadi saat harga bawang merah berangsur-meningkat beberapa hari lalu. “Sudah beberapa hari penjualan loyo sekali. Seminggu lebih kemarin, minggu ini sepi sekali,” jelasnya. 


Menjelang Idul Adha, harga bawang merah telah mengalami penurunan menjadi Rp 30 ribu per kilo, dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilo. Meski harga berangsur stabil, penjualannya masih terbilang sepi. "Belum ada kenaikan (penjualan), malah semakin loyo. Biasanya ini sudah naik, sudah ramai, tapi ini masih sepi,” terangnya. 


Menanggapi sepinya pembeli sejak harga bawang merah mengalami kenaikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ Syam Arjayanti mengakui harga bawang merah sempat melonjak di pasaran beberapa waktu lalu. Namun saat ini harganya relatif sudah menurun. “Untuk bawang merah kita sudah ada penurunan dibanding beberapa hari lalu,” katanya. 


Dalam catatannya, harga bawang merah beberapa hari lalu sempat ada di angka Rp 40 ribu per kilo, sedangkan saat ini masih ada yang menjual Rp 38 ribu per kilo. 


Menurutnya, kenaikan harga itu terjadi karena menurunnya suplai bawang merah dari produsen di DIJ. Dia menyebut sejumlah bawang yang diproduksi juga dipasok ke sejumlah pasar di Jabodetabek, sehingga penurunan suplai itu berpengaruh ke harga bawang merah di pasaran. "Pangan ini kan mobile. Produksi bawang merah kita cukup, tetapi ternyata ini (dipasok) ke luar daerah, jadi harganya ikut terpengaruh," tambahnya. (wia/laz/sat)

Editor : Satria Pradika
#pasar beringharjo #semarang #bawang merah