Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringatan Dini Kekeringan, Fenomena El Nino Akibatkan Kemarau Lebih Kering

Annissa Alfi Karin • Senin, 12 Juni 2023 | 21:35 WIB

SOSOK : Kepala Kelompok Data Staklim BMKG DIJ Etik Setyaningrum saat ditemui di Komplek Pemkab Sleman, Senin (12/6).
SOSOK : Kepala Kelompok Data Staklim BMKG DIJ Etik Setyaningrum saat ditemui di Komplek Pemkab Sleman, Senin (12/6).

RADAR JOGJA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memprediksi adanya fenomena El Nino yang akan terjadi pada Agustus 2023. Fenomena ini akan mengurangi curah hujan pada periode musim kemarau, utamanya di daerah hulu. Sehingga berdampak pada suplai air ke daerah hilir juga berkurang. Kondisi ini mengakibatkan periode musim kemarau 2023 akan terasa lebih kering.

“Masyarakat diimbau dengan adanya El Nino di semester dua 2023 ini yang levelnya lemah hingga moderate ini perlu diwaspadai karena kondisi musim kemarau ini akan lebih kering dibandingkan dengan tahun 2022 karena 2022 kemarau basah karena adanya La Nina,” jelas Kepala Kelompok Data Staklim BMKG DIJ Etik Setyaningrum saat ditemui di Komplek Pemkab Sleman, Senin (12/6).

Etik menambahkan, berdasarkan hasil pantauan curah hujan hingga tanggal 10 Juni 2023 BMKG DIJ mencatat adanya potensi kekeringan meteorologis dengan status waspada. Terjadi di Prambanan, Sleman dan Sentolo, Kulonprogo.

Baca Juga: Antisipasi El Nino, Penyuluh Siap Jadi Garda Terdepan Jaga Ketahanan Pangan

Potensi kekeringan juga terjadi di Bantul, yakni di Sedayu, Pandak, dan Imogiri Lalu untuk kawasan Gunungkidul meliputi Patuk, Playen, Wonosari, dan Nglipar. Menurut Etik, status waspada kekeringan ini ditandai oleh beberapa hal.

“Telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 21 hari dan prakiraan curah hujan rendah di bawah 20 mm perdasarian dengan peluang terjadi diatas 70 persen,” katanya.

Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Misalnya pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. Dikhawatirkan juga terjadi pengurangan ketersediaan air tanah atau kelangkaan air bersih.

“Perlu diwaspadai juga peningkatan potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” imbaunya.

Baca Juga: Varietas Tanaman di JAP, Solusi Ancaman El-Nino

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menuturkan imbauan mengenai peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG DIJ ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Seperti Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, BPBD, hingga Dinas Kesehatan. Ini sebagai langkah antisipasi sehingga nantinya tak terjadi gejolak di tengah-tengah masyarakat.

“Awal kemarin ada indikasi fenomena El Nino. Pasti efeknya ke sektor yang lain. Untuk menyikapi ini kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Misalnya Dinas Pertanian, nanti berdampak atau tidak ini. Kalau berdampak bagaimana antisipasinya. Termasuk juga di bidang kesehatan,” ujarnya. (isa/dwi)

Editor : Dwi Agus.
#Staklim BMKG #el nino 2023 #kemarau kering #Kekeringan Air