Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pantai Bersih Ekonomi Warga Kembali Bergeliat

Wulan Yanuarwati • Sabtu, 10 Juni 2023 | 00:17 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Persoalan sampah pantai tidak ada habisnya. Termasuk sampah yang ada di Pantai Samas Bantul. Banyak sampah plastik berasal dari sungai yang bermuara di Pantai Samas Bantul. Belum lagi sampah yang dibawa oleh para wisatawan yang tidak bertanggungjawab.

Adalah Bripka Afif Rudiyanto, Bhabinkamtibmas Srigading Sanden Bantul menginisiasi sebuah paguyuban yang fokus kepada pemilahan sampah. Sebut saja Paguyuban Tempat Pilah Sampah Ngepet Asri.

"Selama ini sampah diambil oleh pengepul luar, paling cepat dua minggu hingga satu bulan. Bahkan dua bulan sekali,'' ujar warga asli Bantul ini kemarin (8/6).
Paguyuban yang diinisiasi laki-laki berusia 35 tahun ini sudah setahun berjalan. Berangkat dari keresahan atas banyaknya sampah di Pantai Samas. Warga sudah melakukan upaya pembersihan namun memiliki sejumlah kendala.

"Setelah melihat keluhan masyarakat, kenapa tidak warga sendiri yang mengelola pilah sampah sendiri. Selanjutnya koordinasi dengan tokoh masyarakat, RT dan warga dalam penentuan tempat dan anggota yang akan menjadi pengelola," jelasnya.

Paguyuban tersebut memiliki setidaknya sepuluh orang yang bertugas memilah sampah dari warga. Mereka sehari-hari bekerja sebagai nelayan ataupun petani. Di waktu luang mereka bisa memilah sampah dan mendapatkan upah.
"Waktu belum ada pilah sampah Ngepet Asri dari lokasi, sampah warga yang dikumpulkan dari pantai menumpuk di depan dan di samping rumah warga," jelasnya.

Photo
Photo


Afif mengatakan, selama ini sampah yang dikumpulkan dijual dengan harga sangat murah. Di sisi lain sampah diambil dalam waktu yang tidak menentu sehingga sangat merepotkan. Adanya paguyuban membantu proses itu. Paguyuban kemudian membangun tempat pengumpulan sampah. Lokasinya di pekarangan milik ketua RT 64 atas izin yang bersangkutan.

Jadi sampah yang dikumpulkan kami pilah-pilah sesuai jenisnya. Lalu pihaknya membeli dari warga dengan harga lebih baik. “Tidak glondongan seperti saat dijual ke pengepul luar. Selisihnya ketika waktu dipilah bisa mendapatkan keuntungan, sesuai klasifikasi jenis plastik," lanjutnya.

Metode itu cukup berhasil. Dengan adanya paguyunan maka ekonomi warga terbantu karena harga sampah yang lebih tinggi. Ditambah upaya pelestarian lingkungan juga ada.

"Jadi sekarang selain Pantai nya bersih, ekonomi warga meningkat. Habitat hewan di Pantai Samas mulai berdatangan karena Pantai bersih. Harapannya ke depan bisa lebih dari ini. Karena akhirnya banyak manfaat yang didapatkan," jelasnya.

Usaha Bripka Afif tidak sia-sia. Paguyuban akhirnya diresmikan oleh Wakapolres Bantul pada 2 Maret 2023. Dihadiri jajaran pejabat polres Bantul, tokoh masyarakat dan warga sekitar. (lan/bah)

Editor : Editor Content
#Pantai Samas Bantul #Bripka Afif Rudiyanto #Bantul #PRESISI