“Ada masalah Dam, gorong-gorong, dan pengelolaan sampah,” ujar Ketua Komisi C DPRD DIY Gimmy Rusdin Sinaga kemarin (25/5).
Kunjungan ke Jogotirto diadakan pimpinan dan anggota Komisi C pada pekan lalu. Tepatnya pada Rabu (17/5) lalu. Gimmy didampingi anggota Komisi C Sadar Narima. Tampa pula mengikuti kunjungan lapangan itu mitra kerja dari Dinas PUPESDM DIY dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) DIY.
Sebelum ke lapangan, rombongan Komisi C lebih dulu singgah di Balai Kalurahan Jogotirto. Terjadi dialog hangat antara anggota dewan dengan para pamong kalurahan. Mewakili masyarakat, mereka menyampaikan adanya keluhan menyangkut saluran irigasi pertanian di Sentono. “Masih kurang baik untuk mengairi persawahan,” kata salah satu pamong. Di samping itu, irigasi perempatan Jlatren mengalami kerusakan.
Selesai dari balai kalurahan, kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi rumah pilah atau rumah pengolahan sampah di Jogotirto. Gimmy mengakui sampah menjadi persoalan.
“Masalah pengolahan sampah menjadi momok bagi masyarakat. Jogotirto saya ingin menjadi percontohan,” ujar Gimmy. Dia ingin rumah pilah dikembangkan. Dengan demikian, Jogotirto bisa berada di barisan depan. “Bisa jadi rujukan daerah lain,” katanya.
Lurah Jogotirto Mitha Mayasari mengucapkan terima kasih atas kesediaan pimpinan dan anggota Komisi C turun ke bawah. Bertemu langsung dengan masyarakat. “Harapan saya bisa bersinergi bersama dengan anggota dewan untuk pelayanan di masyarakat,” ajak Mitha.
Dia juga ingin dari kunjungan itu terbangun sinergi dan kolaborasi dalam rangka membantu memecahkan masalah di lapangan. Dengan pelayanan yang baik, Mitha yakin dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Utamanya masalah yang kami adukan bisa cepat ditindaklanjuti dan ada solusinya,” harap lurah yang menjabat sejak 16 November 2021. (kus) Editor : Editor Content