Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pecah Rekor, Angka LSD Peringkat Pertama Jateng

Editor Content • Selasa, 16 Mei 2023 | 18:33 WIB
SIGAP : Pemkab Kebumen langsung menggelar vaksin LSD secara massal usai mendapat bantuan dari pemerintah pusat. PROKOPIM KEBUMEN UNTUK RADAR KEBUMEN
SIGAP : Pemkab Kebumen langsung menggelar vaksin LSD secara massal usai mendapat bantuan dari pemerintah pusat. PROKOPIM KEBUMEN UNTUK RADAR KEBUMEN
RADAR JOGJA - Merebaknya virus Lumpy Skin Disease atau LSD di Kebumen semakin mengkhawatirkan. Terbaru, temuan kasus LSD memecahkan rekor terbanyak se Jawa Tengah.

Hal ini diungkapkan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, saat monitoring pelaksanaan vaksin hewan ternak di Desa Jogosimo, Kecamatan Puring. Dia menyampaikan rasa keprihatinan atas kondisi tersebut. Hingga saat ini, kasus temuan LSD tercatat sebanyak 4.976 ternak.

Arif mengatakan, banyaknya temuan kasus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Karena itu, pihaknya terus mengupayakan langkah pencegahan melalui program vaksinasi. "Dengan banyaknya kasus di Kebumen, kami tidak henti-hentinya meminta tambahan vaksin," katanya.

Pemkab, kata Arif, telah mengusulkan 30 ribu dosis vaksin ke pemerintah pusat. Jumlah tersebut belum sebanding dengan populasi ternak, khususnya sapi di Kebumen. Kondisi ini menurutnya cukup dilematis, mengingat Kabupaten Kebumen termasuk daerah penghasil sapi unggulan jenis peranakan ongole. "Tentu saja vaksin yang saat ini tersedia belum mencukupi. Target semua sapi bisa diberikan vaksin," ungkapnya.

Meski begitu, Arif bersyukur sejauh ini Kebumen telah mendapat bantuan vaksin LSD sejumlah 1.200 dosis. Dari jumlah itu sudah terdistribusi untuk dilakukan penyuntikan. Sekadar informasi, jumlah sapi yang mati karena LSD sebanyak 37 ekor. Arif menambahkan, pemkab juga bakal mengalokasikan anggaran khusus untuk kompensasi ternak mati akibat terserang LSD. "Akan kita anggarkan agar sapi-sapi yang mati bisa ada gantinya lagi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapang Kebumen Retno Handarwati menyampaikan, pemberian vaksin sejauh ini menggunakan dasar skala prioritas. Dengan menyasar hewan ternak di wilayah zona merah. Artinya di desa-desa yang banyak temuan kasus LSD. "Paling banyak itu wilayah pesisir. Di sana memang mayoritas ternak sapi," ungkapnya.

Retno menambahkan, vaksin LSD merupakan kebutuhan mendesak. Namun, fakta di lapangan belum ada separuh dari jumlah populasi ternak yang mendapat vaksin. "Sangat kurang banyak, karena keseluruhan sapi itu ada 65 ribu ekor," bebernya. (fid/pra) Editor : Editor Content
#Vaksin LSD #Desa Jogosimo