Untuk pendapatan data dan layanan digital mencapai Rp 6,91 Triliun. Capaian ini sekitar 91,5 persen dari total pendapatan. Semua pertumbuhan tersebut berdampak positif terhadap EBITDA yang tumbuh 13 persen YoY dengan margin 47 persen menjadi Rp 3,58 Triliun. Pertumbuhan laba bersih setelah pajak (PAT) sebesar Rp 204 miliar.
“Periode kuartal pertama setiap tahun selalu penuh tantangan dan tidak mudah. Namun, kami mampu membuktikan di kuartal pertama 2023 ini, mampu mencatatkan kinerja keuangan yang cukup kuat dengan pertumbuhan yang mencapai dua digit pada pendapatan, EBITDA, dan PAT secara YoY,” jelas Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam rilis tertulisnya, Rabu (10/4).
XL Axiata menutup kuartal pertama 2023 dengan total pelanggan sebanyak 57,9 juta. Pencapaian blended average revenue per user (ARPU) yang juga meningkat dari Rp. 36 ribu di periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 40 ribu.
Meningkatnya blended ARPU ini tentunya selaras dengan fokus perusahaan untuk meraih dan mempertahankan pelanggan yang produktif. Selain itu, strategi transformasi digital 2.0 yang dijalankan XL Axiata termasuk dalam mengembangkan pengalaman pelanggan lewat aplikasi MyXL dan AXISNet terbukti efektif.
“Kedua aplikasi telah memberikan hasil yang sangat kuat hingga kuartal pertama 2023. Tercatat lebih dari 26 juta pelanggan telah aktif menggunakan MyXL dan AXISNet. Dengan pertumbuhan Monthly Active User (MAU) mencapai 47 persen YoY,” katanya.
Tingkat penggunaan MyXL dan AXISNet tersebut akan semakin meningkatkan pengalaman pelanggan dan monetisasi oleh XL Axiata. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan pelanggan.
Lebih banyak pengguna di kedua aplikasi tersebut akan mempertajam prediksi tentang tren yang akan datang dan perilaku pelanggan. Serta memungkinkan untuk memberikan penawaran yang tepat kepada pelanggan yang tepat, pada waktu yang tepat pula.
“Salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah personalisasi penawaran dan layanan. Strategi tersebut terus diterapkan di sepanjang kuartal pertama 2023 ini. Hasilnya, data net promoter score (NPS) terus meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaana layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan XL Axiata berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan. Termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan.
Dengan data analytics ini juga memungkinkan XL Axiata mengevaluasi key performance indicator (KPI). Meliputi aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran dan loyalitas pelanggan.
“Sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat,” katanya. (*/dwi) Editor : Editor News