Sejak resmi beroperasi pada Agustus 2022, wisata kano di kawasan muara sungai di Baros banyak menyedot wisatawan. Ketua Pengelola Wisata Kano Maritim Baros Ari Saputro mengatakan, sejak dibuka dengan fasilitas yang sederhana, wisata kano sangat diminati wisatawan. Destinasi wisata ini memang menyasar kepada kalangan menengah ke bawah. Lantaran tarif yang dibanderol masih cukup terjangkau. “Dengan begitu masyarakat dengan perekonomian terbatas juga dapat menikmati wisata kano,” katanya kepada Radar Jogja, Jumat (5/5).
Kano Maritim Baros menawarkan wahana susur sungai di kawasan hutan bakau dengan kano. Ada dua paket durasi yang dapat dipilih. Pertama, pengunjung dapat memilih rute panjang dengan jarak hampir dua kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam dengan biaya Rp 50 ribu dan mendapatkan minum juga mi instan. Sementara rute pendek hanya berdurasi sekitar setengah jam dengan jarak tempuh 500 meter dengan biaya Rp 25 ribu. Pengunjung juga akan mendapatkan foto dokumentasi gratis di kedua paket tersebut.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dimanjakan pemandangan hamparan hutan mangrove yang hijau membentang luas. Luasnya kurang lebih empat hektare. Berpadu dengan sawah yang hijau dan angin yang berhembus memberi sensasi kesejukan yang menenangkan.
Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan beragam jenis burung yang tinggal di kawasan hutan mangrove. Di kawasan ini terdapat sejumlah jenis burung, salah satunya burung kuntul yang mendiami kawasan hutan mangrove.
Ari menjelaskan, keselamatan wisatawan merupakan prioritas utama. Karena itu, pengelola juga akan memandu setiap wisatawan yang menggunakan kano. “Sekalian juga sembari memandu, kami memberi edukasi tentang jenis-jenis pohon yang dilewati sepanjang perjalanan,” jelasnya.
Pengunjung juga akan dilengkapi dengan perlengkapan keamanan seperti pelampung, helm, dan sepatu pasir.
Wahana ini sendiri menyediakan 10 kano, 11 dayung, 10 pelampung, 22 pasang sepatu, dan 10 helm. Usia minimal yang diperbolehkan untuk membawa kano sendiri adalah anak usia delapan tahun. Di bawah usia itu, anak dipangku oleh orang dewasa yang mendampinginya.
Menurut Ari, waktu paling nikmat saat berwisata menggunakan kano di hutan mangrove ini adalah pagi hari pukul 08.00 atau 09.00. Momen bagus lainnya adalah saat musim kemarau ketika air pasang. Pemandangan saat itu sedang bagus-bagusnya. Waktu pagi-pagi menikmati suasana kanan kiri pohon-pohon, burung-burung masih banyak yang bernyanyi. “Dayungnya pun enggak usah ngoyo, santai dan menikmati suasana saja,” ujar Ari.
Ari mengaku, antusiasme wisatawan meningkat pesat sejak destinasi ini pertama kali dibuka. Wahana kano ini mulai dikenal luas pada masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 lalu. Pada bulan Januari 2023 lalu, sekitar 500 wisatawan menjajal destinasi ini. Pihak pengelola pun mengaku banyak menolak pesanan dari wisatawan lantaran kano yang dimiliki hanya terbatas. Begitu juga saat masa libur lebaran 2023 lalu. “Membludak, karena saking banyaknya peminat, dan antusiasme luar biasa, sementara kanonya terbatas. Menunggu satu jam pun mau,” ungkapnya.
Ia berpendapat, ramainya wisatawan lantaran anak muda saat ini tertarik dengan konsep wisata yang menantang adrenalin. Banyak pengunjung yang bahkan menjajal wahana ini hingga empat sampai lima kali karena senang dengan suasananya. “Kano ini kan agak memacu adrenalin, olahraga dapet, refreshing dapet, harganya pun dapet,” lontarnya. (tyo/pra) Editor : Editor Content