Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

1.200 Tiket Ludes Terjual

Editor Content • Kamis, 27 April 2023 | 15:50 WIB
PADAT: Suasana di halaman Candi Borobudur tampak ramai. Banyak dari mereka yang beristirahat usai menaiki monumen candi kemarin (26/4).(NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
PADAT: Suasana di halaman Candi Borobudur tampak ramai. Banyak dari mereka yang beristirahat usai menaiki monumen candi kemarin (26/4).(NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Wisatawan lokal maupun mancanegara tumpah ruah di Candi Borobudur. Mereka tampak antusias karena momentum libur Lebaran kali ini bisa naik ke monumen candi. Hal itu terbukti dari penjualan tiket naik candi yang ludes terjual sesuai kuota harian, yakni 1.200 tiket.

Untuk bisa naik candi, mereka harus mengantre karena kuotanya hanya 150 orang dalam satu waktu. Lantaran dibatasi, banyak juga wisatawan yang hanya berkunjung di halaman candi. Meski cuaca terik, tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkeliling menikmati kemegahan Candi Borobudur.

General Manager Taman Wisata Candi (TWC) Unit Borobudur Jamaluddin Mawardi menuturkan, animo wisatawan pada masa ramai Lebaran ini dirasa cukup tinggi. Terutama mereka yang ingin mengambil kesempatan untuk naik monumen candi. “Mereka juga rela mengantre untuk mendapatkan giliran beli tiket dan naik candi,” ujarnya saat ditemui kemarin (26/4).

Diperbolehkannya wisatawan naik candi karena menjadi bagian dari kajian lapangan terbuka. TWC juga telah memberlakukan sistem tiket secara online, namun selama ini masih ada wisatawan yang membeli tiket naik candi secara outside. Sehingga menyebabkan antrean panjang demi bisa naik candi. Dengan begitu, pegawai dapat mengatur sesi, jumlah, dan kuota 1.200 orang.

Dia menambahkan, wisatawan banyak yang memilih waktu pagi hingga siang hari untuk naik candi. Begitu kuota 1.200 habis, lanjut dia, wisatawan tidak bisa lagi membeli tiket naik candi. Tak jarang, selama masa libur Lebaran ini pada pukul 12.00-13.30, tiket naik candi selalu ludes terjual.

Wisatawan lokal yang hendak berkunjung, dikenakan tiket Rp 50 ribu. Untuk wisatawan yang ingin naik ke bangunan candi, ada tambahan biaya Rp 100 ribu per orang. Sebagai pengganti jasa pemandu wisata dan sandal upanat. Sedangkan untuk wisatawan asing yang hendak naik candi dapat membayar Rp 500 ribu per orang.

Jamal menyebut, jumlah kunjungan selama Lebaran ini fluktuatif. Pada Minggu (23/4), jumlah wisatawan mencapai lebih dari 10 ribu orang. Sedangkan pada Senin (24/4), mencapai lebih dari 13.400 orang, dan Selasa (25/4) wisatawan lebih dari 13.500 orang. Jumlah tersebut naik pada periode yang sama di libur Lebaran tahun lalu.

Selaras dengan animo wisatawan yang hendak naik candi, praktis sandal upanat juga harus selalu tersedia. Dalam sehari, TWC minimal sudah memiliki lebih dari 1.200 sandal upanat. "Tapi, kami prepare untuk Lebaran ini 1.300 sandal harus tersedia per harinya," bebernya.

Dia berujar, kunjungan wisatasan ke Candi Borobudur yang ditargetkan 350 ribu orang selama masa ramai 21 April hingga 1 Mei, dirasa belum terlampaui. Lantaran sesuai kondisi di lapangan, kunjungan masih di angka 10 ribuan. Dia berharap, dengan adanya imbauan dari Presiden untuk menunda kepulangan atau arus balik, dapat memberikan efek terhadap pemerataan kunjungan.

Wisatawan asal Subang Riki Cuntara menyebut, sudah kali keempat ini mengunjungi candi. Namun, pada tahun lalu, belum diperbolehkan naik monumen candi karena masih pandemi. "Kalau perbedaan dengan waktu SMP dan SMA dulu, memang lebih ketat lagi peraturannya. Tapi, ini bagus buat menjaga kelestarian candi," akunya.

Terkait dengan biaya yang dibebankan untuk naik candi, kata dia, masih relatif terjangkau. Apalagi wisatawan mendapat fasilitas berupa pemandu wisata dan sandal upanat yang bisa dibawa pulang. Menurutnya, pemandu sudah detail dalam menjelaskan sejarah candi. (aya/eno) Editor : Editor Content
#Candi Borobudur