Direktur Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW) Ketep Pass Magelang Mul Budi Santoso menjelaskan, nama menara langit Merapi ini diberikan karena dapat mengamati beberapa gunung, termasuk Gunung Merapi. Harapannya, keberadaan menara ini menjadi sarana mitigasi juga pengamatan aktivitas Merapi. Meskipun Ketep Pass masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III dengan jarak 9,5 kilometer dari puncak.
Selain itu, menara langit Merapi dengan tinggi 18 meter ini menjadi satu wahana baru untuk mewakili ikon gardu pandang Ketep Pass. Pengunjung dapat menikmati keindahan tujuh gunung dalam satu titik. Yakni Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Prau, Telomoyo, dan Andong. “Dengan harapan dapat menambah kunjungan. Bukan hanya di Ketep Pass, tapi juga di kawasan Ketep Pass,” ujarnya usai peresmian, Jumat (10/3).
Pembangunan menara ini menelan waktu selama enam bulan. Untuk kapasitas, secara teknis bisa dinaiki sekitar 150 orang. Namun, demi kenyamanan pengunjung, dibatasi hanya 80 orang selama 15-20 menit. Dengan begitu, mereka dapat menikmati keindahan alam di menara langit Merapi dengan nyaman.
Mul Budi menambahkan, waktu kunjungan yang tepat untuk mendapatkan pemandangan tujuh gunung itu pada pagi hari sekitar pukul 08.00-11.00. Meski berkabut, tapi cenderung cerah. Apalagi saat musim panas. Tapi, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan pada sore hari sekitar 15.30-17.00 untuk melihat sunset.
Lantaran baru diresmikan, selama enam bulan ini, tiket untuk naik ke menara langit Merapi sebesar Rp 9 ribu per orang. Bahkan, sudah termasuk wahana teater di Ketep Pass. Sementara tiket masuk Ketep Pass RP 10.500 untuk hari biasa dan Rp 12.500 untuk hari libur.
Plt Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein menuturkan, telah melakukan penataan DTW Ketep Pass yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) pada bidang pariwisata pada 2022. Dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 3,630 juta.
Dia menambahkan, pembangunan menara di Ketep Pass ini merupakan satu wujud dukungan pemerintah daerah dengan adanya destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur. Untuk itu, Ketep Pass juga terus berbenah. “Tujuannya untuk memberikan referensi bagi pengunjung soal wisata yang berbasis alam dan buatan,” sebutnya.
Selain itu, pembangunan menara langit ini diharap dapat mendorong perkembangan ekonomi secara umum, khususnya masyarakat di sekitar DTW Ketep Pass. Sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Magelang. Di Ketep Pass juga menyediakan aneka oleh-oleh Khas Magelang, mulai dari olahan makanan hingga kerajinan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto berharap, dengan adanya penambahan daya tarik di Ketep Pass ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus penggerak roda perekonomian masyarakat sekitar. Dengan menjadikan masyarakat lokal sebagai komponen utama yang dilibatkan. “Pemkab Magelang juga terus berupaya mengembangkan sektor pariwisara sebagai jalan menuju pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya.
Sementara itu, pengunjung asal Jakarta Widiyani mengaku kagum dengan pemandangan yang disuguhkan di Ketep Pass. Apalagi dengan adanya menara langit Merapi yang notabene dapat melihat keindahan beberapa gunung. Bagi dia yang biasa melihat gedung-gedung tinggi, katanya, sangat menyegarkan mata.
Selain itu, udara yang masih cukup segar dan kelestarian alam yang masih terjaga, menambah nilai plus pada DTW Ketep Pass. “Pemandangannya cukup satu kata yaitu keren. Mungkin beberapa teman dari kota besar, saya anjurkan untuk main ke menara langit Merapi Ketep Pass agar menghilangkan stres. Di sini udaranya masih segar,” tutur perempuan 45 tahun itu. (aya/pra) Editor : Editor Content