Rizky Wahyu, Jogja, Radar Jogja
Apakah kau merasa bila
Aku tertipu rayu manismu
Kau berikan janji kebahagian
Tapi nyatanya memisahkan
Penggalan lirik lagu ‘Mengetuk Hati Ikan’ tersebut seakan puitis. Tapi akan berbeda jika dibawakan oleh band dengan tampilan yang awur-awuran. Mereka adalah Poem Bengsin. Mempunyai gaya yang unik dan nyeleneh saat tampil di atas panggung. Grup musik ini selalu bikin penonton terpukau dengan tingkah jenaka serta kostum yang menghibur.
Ciri khas penampilan grup musik Poem Bengsing selalu membuat aksi panggung yang jenaka ditambah menggunakan kostum unik atau tidak biasa dipakai oleh grup-grup musik zaman sekarang. Seperti memakai legging dan rok tanpa pakai atasan hingga memakai topeng jathilan.
Poem Bengsing digawangi 15 personel, yaitu Andre/Tikus sebagai pembaca puisi, Agung, Brily, Kopong, Tama di vokal, Ardhani pemain bas, Hanz dan Djenar memetik gitar, Kris penggebuk drum, Beni memainkan kendang, Kelik memegang ukulele, Alan bermain keyboard, Dwijayanti/Dije du simbal, Yudhi/Becak memainkan djimbe, serta Udin memegang tamborine.
"Bulan ini kami baru fokus untuk menyelesaikan single pertama kita dan insya Allah bulan maret mendatang single ini akan tayang di platform musik digital," kata Kris, sang drumer kepada Radar Jogja, kemarin (17/2).
Grup musik ini terbentuk di basecamp kediaman mereka Kotagede, Jogja pada 30 september 2022 lalu. Hingga akhirnya memberanikan diri untuk mengeluarkan single pertama mereka ke platform digital.
Terinspirasi dari seorang teman yang suka memancing, akhirnya grup ini memberi judul single pertama mereka dengan "Mengetuk Hati Ikan". Lagu yang bertemakan sebuah patah hati dan ada unsur spiritualitas dalam lirik lagu tersebut.
Mathory Brilyan selaku penulis lirik menyatakan, single pertama ini diciptakan atas keprihatinannya terhadap para pemuda zaman sekarang. Terutama yang gampang patah hati dan kurangnya spiritualitas dalam diri mereka."Lagu ini tercipta karena kami ingin menghibur para anak-anak muda dan menyadarkan bahwa pentingnya spiritualitas untuk kehidupan sehari-hari," ujar Brily.
Menurut mereka bermusik adalah salah satu hiburan untuk menghibur hati para masyarakat. Aliran yang mereka pilih adalah aliran orkes humor. Dan di setiap pergantian lagu saat tampil, mereka selalu ada puisi untuk dibacakan. (pra) Editor : Editor Content