Permaisuri Raja Keraton Jogjakarta Sultan HB X ini menyoroti peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya. Pengawasan dari orang tua sangat diperlukan, terlebih pada remaja yang tengah memasuki masa pubertas. Sebab, mereka selalu ingin berupaya menunjukkan kehebatan atau mencari pengakuan terhadap lingkungan sekitarnya. Namun dengan cara yang salah yakni bergabung pada geng pelajar yang kerap melangsungkan aksi kriminal di jalanan.
“Soalnya geng ini kalau dia nggak melakukan kekerasan nggak naik pangkat atau nggak terakomodasi oleh gerombolannya. Sedangkan anak-anak ini jagoan-jagoan semua, maunya jadi jagoan,” katanya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (9/2).
Maka dalam hal ini peran orang tua dinilai penting untuk mengawasi anak-anaknya. “Perhatian kepada anak-anak seperti ini penting ya. Meskipun orang tua yang sudah single parent, saya kira selain tugas ibu mencari nafkah sendiri tetapi juga tetap mengawasi,” ujarnya.
Meski demikian, saat ini Pemprov DIJ masih berupaya mencari formulasi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan sosial itu. Namun, hal ini membutuhkan proses panjang karena masalahnya yang tergolong kompleks.
GKR Hemas pun berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus penganiayaan ini agar pelaku segera mendapat hukuman dan menjadi jera. “Geng-geng ini kan tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat dan itu akan terus tumbuh anak-anak ini. Sehingga dengan adanya peristiwa ini dan kemarin sudah diidentifikasi, semoga ini bisa diselesaikan dengan baik,” tandas ibu lima putri ini. (wia/laz) Editor : Editor Content