Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkendala SP-1, Usul Exit tol Digeser

Editor Content • Sabtu, 21 Januari 2023 | 17:48 WIB
BIAR KINCLONG: Teraso di jalur semipedestrian Malioboro akan dipoles kembali supaya tetap terlihat bersih. Dianggarkan Rp 400 juta untuk memoles kembali teraso di Malioboro.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
BIAR KINCLONG: Teraso di jalur semipedestrian Malioboro akan dipoles kembali supaya tetap terlihat bersih. Dianggarkan Rp 400 juta untuk memoles kembali teraso di Malioboro.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Rencana exit tol Jogja-Bawen yang semula berada di kawasan Palbapang, Desa Pabelan terancam gagal. Lantaran termasuk sub kawasan cagar budaya warisan dunia atau sub kawasan pelestarian 1 (SP-1). Yang merupakan kawasan pelestarian utama peninggalan situs.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja-Bawen Muhammad Mustanir menyebut, rencana penetapan lokasi exit tol di kawasan Palbapang masih belum diputuskan. Karena termasuk SP-1 Candi Borobudur. "Itu yang menyebabkan exit tol di Palbapang sementara ditunda," ujarnya, Jumat (20/1).

Bupati Magelang pun telah berkirim surat kepada Kementerian PUPR. Namun, belum ada tanggapan. Sehingga pembahasan soal exit tol, terpaksa diurungkan. Hingga menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, jika exit tol berada di kawasan Palbapang, harus menunggu rekomendasi dari UNESCO. "Kebetulan Perpres Nomor 58 dan Perpres Nomor 70, ada irisannya di seputaran Palbapang," jelasnya.

Untuk menunggu rekomendasi tersebut, kata dia, membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Pemkab pun tidak bisa memastikan kapan rekomendasi tersebut bakal turun.Terkait dengan itu, pemkab bersama Jasa Marga belum lama ini berdiskusi untuk menentukan lokasi exit tol yang aman. Pemkab lalu mengusulkan pergeseran titik exit tol dan bersurat kepada Kementerian PUPR.

Tetapi, lanjut dia, exit tol itu tidak jauh dari rencana sebelumnya dan tetap berada di wilayah Kecamatan Mungkid. Usulan tersebut ada pergeseran beberapa ratus meter ke arah utara Mendekati lapangan Desa Bojong.

Harapannya, lokasi exit tol yang diusulkan itu bakal terkoneksi dengan Anjungan Cerdas, semacam terminal besar. "Kalau dari arah Magelang sebelum Palbapang. Kalau dari arah Joga setelah Palbapang. Jadi, hanya bergeser beberapa ratus meter," urainya.

Dia menambahkan, ketika usulan itu diterima, arus lalu lintas dapat dikawal dengan baik. Di satu sisi, juga mempercepat transportasi wisatawan yang hendak ke Candi Borobudur. Tidak menyebabkan kemacetan.

Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan DPUPR Kabupaten Magelang Adang Atfan Ludhantono menjelaskan, Perpres Nomor 58 Tahun 2014 mengatur soal rencana tata ruang kawasan Borobudur dan sekitarnya. Perpres tersebut menetapkan kawasan Borobudur sebagai SP-1.

Dia menyebut, Palbapang termasuk SP-1. Karena statusnya sebagai cagar budaya warisan dunia, pemanfaatan ruang di atasnya yang berpotensi mempunyai dampak besar, harus melalui Kajian Dampak Cagar Budaya (KDCB).

Kajian tersebut melibatkan UNESCO. "Pembahasannya (KDCB), sampai di UNESCO. Inilah mengapa exit tol diarahkan tidak berada di SP-1," bebernya. (aya/pra) Editor : Editor Content
#tol jogja bawen #GERBANG GAJAH