Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Gading Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Editor Content • Selasa, 17 Januari 2023 | 17:29 WIB
DIKEBUT - Penampakan Pasar Kuliner Gading, di belakang pasar tradisional Gading, Playen kemarin (16/1).(GUNAWAN/RADAR JOGJA)
DIKEBUT - Penampakan Pasar Kuliner Gading, di belakang pasar tradisional Gading, Playen kemarin (16/1).(GUNAWAN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Pasar tradisional menjadi salah satu pusat penggerak ekonomi di Gunungkidul. Pasar Gading, Playen misalnya. Selama ini dikenal hanya buka sepekan dua kali. Pasar yang cukup melegenda ini terus dikembangkan.

Lurah Gading, Kapanewon Playen, Rugiyanto mengatakan, dalam sepekan Pasar Gading beroperasi pasaran Pon dan Legi. Beberapa tahun lalu direvitalisasi oleh Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul. Pasar Rakyat Kalurahan Gading dikelola oleh koperasi unit desa (KUD).

"Program ini mampu memberikan eksistensi pasar rakyat. Tidak hanya memperbaiki fisik namun juga mampu menata lingkungan bersih dan sehat serta mampu membina jiwa kewirausahaan di pasar rakyat," kata Rugiyanto saat ditemui kemarin (16/1).

Tindak lanjutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama antar pengelola dan pedagang pasar. Hal tersebut seiring dengan konsep Pasar Rakyat Indonesia yakni pasar ramah, segar dan terpercaya. "Saat ini kami juga terus berinovasi agar keberadaan pasar tradisional ini terus tumbuh," ujarnya.

Pemerintah kalurahan menggandeng pihak ketiga untuk megembangkan Pasar Gading Playen. Memanfaatkan lahan belakang pasar kini disulap menjadi pusat kuliner sekaligus tempat hiburan hingga malam hari. "Ada panggung hiburan dan sekarang fasilitasnya sedang dilengkapi," ujarnya.

Rugiyanto mengatakan, Pasar Kuliner Gading, dikonsep seperti rest area. Dilengkapi dengan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung. Mulai dari musola, panggung hiburan, tempat parkir hingga toilet. "Jadi ini murni proyek pembangunan kerjasama Kalurahan Gading dengan pihak ketiga," terangnya.

Jumlah total tersedia sebanyak 32 kios pedagang. Sebagian sudah mulai beroperasi dan lainnya menunggu pembangunan selesai. Kalurahan yang terpilih menjadi desa sadar kerukunan 2022 ini terus bersolek. "Jumlah penduduk sekitar 6.542 jiwa, memiliki catatan positif terkait dengan persatuan kesatuan dan toleransi antar umat beragama," ungkapnya.

Menurutnya, ini aset utama dan dapat terus dilestarikan demi tercapainya kerukunan antar sesama umat manusia. Jika kerukunan terwujud, maka jalan untuk dapat mencapai kesejahteraan bersama menjadi lebih mudah. "Mudah-mudahan warga Kalurahan Gading dapat hidup rukun sehingga perekonomian terus meningkat," ucapnya.
Sementara itu, seorang warga setempat, Ngatijah mendukung penuh keberadaan Pasar Kuliner Gading.

Wilayah yang berada di jalur lintasan jalan alternatif Gading-Tawang, Patuk diharapkan memberikan nilai positif terhadap peningkatan ekonomi. "Saya kira itu harapan kami. Ekonomi meningkat dan hidup rukun berdampingan," kata Ngatijah. (gun/bah)

  Editor : Editor Content
#Gunungkidul