Tak perlu jauh-jauh untuk menjajal pecel khas Kediri. Di Soropadan, Condongcatur, Depok, Sleman ada warung pecel yang masih mempertahankan resep asli Kediri. Namanya warung Pecel Pasir Mbok Pedes.
Dinamai demikian karena pecel dilengkapi dengan opak yang dimasak dengan menggunakan pasir. Kata "Mbok Pedes" juga disematkan sebagai simbol rasa pedas yang tak main-main.
Pemiliknya yaitu Alfiaturohmah. Rohmah sapaannya, merupakan ibu rumah tangga asal Jombang yang mencoba peruntungan dengan usaha rumahan. Awalnya dia hanya menjual bumbu pecel saja. Tak disangka, bumbu buatannya ternyata mendapat antusias yang tinggi dari para penggemar pecel.
"Di sini (Sleman) saya ada cucu. Daripada di sini hanya diam-diam duduk, saya jualan online nasi pecel dan penyetan. Alhamdulillah jalan, akhirnya saya kembangkan dan cari tempat untuk buka warung," jelasnya saat ditemui di Pecel Pasir Mbok Pedes, Selasa (10/1).
Rohmah mengatakan dia masih mempertahankan resep asli Kediri. Bahkan untuk mempertahankan cita rasa, bahan pecel dia boyong langsung dari Kediri. Mulai dari asam jawa, daun jeruk, kacang, hingga gula jawa.
Dalam satu porsi pecel berisi nasi, kacang panjang, kecambah dan bayam. Dilengkapi dengan sambel kacang atau sambel tumpang dan peyek teri. Satu porsinya dibanderol mulai dari "Rp 10 juta".
Rohmah menjelaskan pecelnya tak benar-benar seharga jutaan rupiah. Satuan ribu yang diganti menjadi juta memiliki makna doa dan pengharapan.
"Tujuannya adalah doa, angan-angan rezeki dengan juta-jutaan yang banyak," katanya.
Baru dibuka dua bulan lalu, Pecel Pasir Mbok Pedes telah mendapat tempat tersendiri bagi para penikmatnya. Kini, perhari Rohmah mampu menjual hingga 100 porsi pecel.
"Buka setiap hari dari jam 07.00 sampai 23.00 WIB," ujarnya.
Salah satu pembeli asal Sleman, Jefri mengaku telah berkali-kali mampir ke warung Pecel Pasir Mbok Pedes. Favoritnya adalah pecel dengan tambahan opak pasir.
Menurutnya, bumbu pecel tak terlalu pekat. Sayuran juga tersaji dalam keadaan segar. Harganya yang ramah di kantong turut menjadi alasannya untuk kembali lagi menyantap Pecel Pasir Mbok Pedes.
"Rasanya memang tidak terlalu pekat tapi pas di lidah saya. Sudah beberapa kali mampir ke sini karena dekat dengan kampus. Harganya juga terjangkau," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News