Bersama dengan 50 orang peserta lainnya, alumni Polbangtan YoMa mengikuti Pelatihan Pemantapan Peserta Magang Taiwan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Bogor, mulai 18 hingga 24 Desember.
Mahasiswa tersbut adalah Yuliana Tri Nur Hasto, Chabib Muzdoffar, Nadya Ayu Kurniasari, Putri Theckla Vallerie, dan Dwi Rusdiana Setyaningrum.
Sebelumnya, mereka menjalani seleksi administrasi dan seleksi kesehatan. Dari 71 pendaftar, 55 orang lolos ke tahap pembakalan bagi peserta magang Taiwan.
Dengan pembekalan ini, diharapkan peserta menguasai kompetensi teknis mengenai bisnis pertanian, budaya Taiwan dan kemampuan Bahasa Inggris, juga meningkatkan kemampuan fisik, mental, dan disiplin.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti program selama 1 tahun di Taiwan, dan dapat diperpanjang 1 tahun.
Mengakhiri kevakuman pandemi Covid-19, Kementan kembali membuka program Magang Taiwan. Program ini merupakan kerjasama antara Kamar Dagang Ekonomi Indonesia dan Taiwan Economic Trade Office (TETO), yang didukung penuh oleh Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).
Ini merupakan upaya Kementan untuk terus menumbuhkan generasi muda pertanian yang kompeten. Dijelaskan oleh Menteri Pertanian, Mentan SYL bahwa saat ini generasi muda telah memasuki era teknologi digital. Ia mendorong generasi muda untuk beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi.
“Besok, kalian yang harus terjun menguatkan sektor ini. Pertanian itu bukan hanya tentang makan, tetapi bisa menjadi lapangan kerja," ujar Mentan SYL.
Diantisipasi oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang menerangkan jumlah petani muda Indonesia tidak lebih dari 30 persen, Ia mendorong program regenerasi petani terus dilakukan.
“Petani milenial di Indonesia jumlahnya hanya 29 persen. Sisanya lebih dari 70 persen petani kita adalah usia kurang produktif. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap regenerasi petani harus dilakukan saat ini juga”, kata Dedi.
Dalam pembukaan pelatihan, Dedi menegaskan bahwa petani milenial merupakan andalan dan garda terdepan pembangunan pertanian
“Sekali lagi, tugas pembangunan pertanian yang strategis itu tidak bijaksana kita bebankan pada petani yang usianya kurang produktif, kalianlah andalan pembangunan pertanian kita. Petani milenial harus siap tampil di depan di dalam garda pembangunan pertanian”, tegas Dedi.
Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto mengapresiasi 5 mahasiswanya dalam program Magang Taiwan ini.
“Saya berharap alumni Polbangtan YoMa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya. Bersungguh – sungguhlah dalam mencari ilmu, dan kembali sebagai petani milenial yang tangguh dan terampil.” Tegas Bambang.
Senada, Nadya Ayu Kurniasari, salah satu alumni program studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan tahun 2021, sangat antusias mengikuti program ini. Ia berniat untuk meluaskan wawasan terkait usaha yang sedang Ia jalankan saat ini.
“Sekembalinya saya dari Taiwan, saya akan mengembangkan rumah pupuk, membuat POC. Untuk bisnis horisontalnya, saya akan sesuaikan dengan bidang yang akan saya geluti di Taiwan nanti.” Jelas gadis 23 tahun ini.
Nadia memang telah menjalankan peternakan domba di Purworejo. Melihat prospeknya yang luar biasa, Ia memandang program ini menjadi salah satu pijakan menuju pengembangan bisnisnya ke depan.(yog)
sumber: osi wida/polbangtan yoma
Editor : Editor Content