Dilansir dari data Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung terdapat empat komoditas yang mengalami peningkatan nilai ekonomi dari program food estate. Di antaranya, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, dan kentang industri.
Nilai ekonomi menunjukkan peningkatan 14,9 persen pada komoditas bawang putih, cabai rawit merah (15,4 persen), bawang merah (25,6 persen), serta kentang industri (91,5 persen).
Pada kunjungannya terdahulu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) optimistis Kabupaten Temanggung bisa mewujudkan scale-up melalui pengembangan food estate berbasis hortikultura. "Temanggung dipilih karena dinilai eksis menjadi sentra produksi komoditas utama hortikultura seperti cabai, kentang, bawang merah serta bawang putih. Lokasinya berada di kawasan eksisting yang lahan budidayanya sudah ada," katanya.
Selain itu, menurut SYL, para petani Temanggung sudah terbiasa melakukan budidaya hortikuktura dengan infrastruktur dasar kawasan yang memadai.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyampaikan hal senada. Bahwa SDM pertanian yang kompeten menjadi salah satu kunci keberhasilan food estate. Selain itu, menurut Dedi, ada tiga kunci utama mencapai target food estate.
Pertama, input sumber daya meliputi budaya kerja/etos, pengetahuan, komoditas dan prasarana-sarana. Kedua, proses pelembagaan mencakup penetapan model bisnis, membangun lembaga dan legalitas, serta menumbuhkan tata kelola lembaga dan menjalankan proses bisnis. Ketiga, melaksanakan output promosi mencakup kemitraan, modal dan investasi, membuka peluang pasar dan peningkatan nilai tambah hasil produksi pertanian menjadi produk olahan bukan bahan mentah, yang selama ini lebih banyak merugikan petani.
Dedi memastikan, Kementan memiliki peran penting dalam mencapai target food estate. Ia beserta jajarannya menyelenggarakan sejumlah pelatihan dan pendampingan di wilayah food estate.
Hal itu pula yang dilakukan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa).
Sekretaris Unit Penelitian dan Pendampingan Masyarakat, Polbangtan YoMa Wida Wahidah Mubarokah menyatakan, institusinya telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung sukses program food estate di Kabupaten Temanggung. “Tahun ini kami melakukan pendampingan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model, menyelenggarakan bimbingan teknis bagi petani dan penyuluh, serta melaksanakan sekolah lapang bagi kelompok tani penerima bantuan,” ungkap Wida saat siaran Dialog Khusus di Temanggung TV (08/12/2022).
Menurutnya, SDM mengambil peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Petani sebagai pelaku utama sektor pertanian wajib mengikuti perkembangan teknologi. Khususnya untuk menghadapi perubahan iklim. Seperti diketahui, perubahan iklim membawa dampak yang sangat besar terhadap produktivitas pertanian.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Sumarno menekankan pentingnya petani memanfaatkan teknologi di fase budidaya. “Keberhasilan program food estate di Kabupaten Temanggung didorong oleh intervensi teknologi pada tahap budidaya. Dimulai dengan penggunaan benih bermutu, pemanfaatan mekanisasi olah lahan, penerapan teknologi irigasi, serta penanaman refugia di lahan,” paparnya.
Menurut Sumarno, masuknya teknologi yang dibawa oleh direktorat teknis lingkup Kementan memberi angin segar bagi percepatan progress pencapaian target di lima lokasi food estate Kabupaten Temanggung, yakni Kecamatan Bulu, Parakan, Kledung, Ngadirejo, dan Bansari.
Hal tersebut menegaskan kembali bahwa Kementan terus mendorong pengembangan program food estate di Kabupaten Temanggung. Agar ke depan menjadi kawasan super prioritas pertanian untuk ketahanan pangan secara nasional.(*/yog) sumber: osi wida/polbangtan yoma Editor : Editor Content