Warung Makan Ibu Spoed namanya. Berlokasi di Jalan Ibu Ruswo Nomor 32, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Jogja. Hingga kini Warung Makan Ibu Spoed telah dikelola oleh empat generasi.
Eli, yang merupakan pengelola generasi ketiga menjelaskan ada menu tertentu yang masih eksis. Tetap dijual hingga hari ini sejak 1920. Diantaranya adalah terik daging, empal, dan brongkos.
"Tambahannya ada oseng soon, oseng daun kates, hampir semuanya masakan rumahan. Proses pemasakannya masih pakai areng," jelasnya, Rabu (30/11).
Warung Makan Ibu Spoed buka mulai 08.00 WIB sampai menu habis. Sebelum masuk, pembeli diminta untuk mengambil nomor antrian terlebih dahulu.
Total ada lebih dari 60 menu yang tersedia di sini. Seluruhnya masih konsisten dimasak dengan menggunakan resep sejak generasi pertama.
Misalnya saja menu terik daging yang proses pembuatannya memakan waktu hingga berjam-jam. Untuk mempertahankan cita rasa Eli tak memakai kompor gas. Semua proses pemasakan dengan menggunakan tungku arang.
“Mulai dari menumis, merebus, hingga menggoreng. Memasak menggunakan aran menciptakan cita rasa yang lebih nikmat dan khas,” katanya.
Setiap harinya, Eli menyajikan menu-menu yang bervariasi. Satu porsinya dibanderol mulai dari Rp 8 ribu.
"Kalau menu best seller nya ada terik daging dan oseng-oseng kikil," ujarnya.
Dewi salah satu pembeli asal Timoho, Kota Jogja mengaku sangat menggemari masakan di Warung Makan Ibu Spoed. Bahkan, dia hampir setiap hari menyempatkan sarapan di tempat ini
Menu favoritnya yakni telur bacem dan gorengan bakwan udang. Menurutnya, menu di sini didominasi rasa manis dan gurih.
"Makanannya enak, rasanya bener-bener Jawa banget. Beda lah kalau kita ke tempat lain dengan makanan seperti ini. Bumbunya itu banyak banget jadi rempahnya berasa," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News