RADAR JOGJA - Revitalisasi Ricemills atau penggilingan padi dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa. Hal itu didapat melalui pengelolaan potensi BUMDesma, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, utamanya para pelaku UMKM.
NAILA NIHAYA, MUNGKID, Radar Jogja
Mesin yang bewarna mayoritas ungu itu menjadi perhatian Bupati Magelang Zaenal Arifin. Beberapa kali dia bertanya tentang fungsinya. Bahkan mencoba langsung. Mesin itu adalah hasil revitalisasi ricemills,
Camat Ngluwar Rohmad Zani menyebut, salah satu hasil dari intensifikasi masalah yang ada di daerahnya dan mendapat nilai paling tinggi adalah ricemills. Lantaran sejak 2018, pemerintah sudah memberikan bantuan berupa ricemills ini. Tetapi, baru beroperasi satu kali, sehingga bisa diibaratkan dengan mati suri.
Dengan begitu, pemerintah kecamatan langsung berkoordinasi dengan empat anggota BUMDesma. "Dan atas petunjuk dari mentor kami, yaitu bapak Asisten dan Kesra, kami didukung untuk melakukan aksi ini," katanya saat me-launching Revitalisasi Ricemills Sumber Makmur di Dusun Godegan, Desa Jamuskauman, Kecamatan Ngluwar, kemarin (18/11).
Rohmad menjelaskan, mesin revitalisasi ricemills ini mampu menghidupkan empat mesin sekaligus sehingga lebih efektif dan efisien. Bahkan, mesin ini dalam waktu satu jam dapat memproduksi atau menghabiskan gabah sebanyak 1,5 ton.
Sedangkan luasan tanah pertanian di Kecamatan Ngluwar saat ini, menghasilkan gabah sebanyak 16.027 ton. Jumlah itu setelah terpotong pembangunan tol sebesar 1.199,4 hektare. "Harapannya ketika alat ini nanti mulai beroperasi secara optimal, hasil dan manfaatnya betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar," kata Rohmad.
Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, revitalisasi ini menjadi solusi sekaligus terobosan yang membanggakan dalam menjaga ketahanan pangan desa. Yang mana selaras dengan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang untuk meningkatkan daya saing daerah.
Dia menambahkan, daya saing ini berbasis pada potensi lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Untuk itu, diperlukan adanya upaya pembangunan ekonomi dan infrastuktur wilayah yang berkelanjutan. "Salah satunya melalui pengembangan di sektor pertanian," ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengutarakan, prestasi ini bisa dijadikan momentum dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa. Zaenal berharap, dengan hadirnya ricemills ini, dapat memperkuat sistem usaha tani secara utuh dalam satu manajemen kawasan. Serta memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, dan pengolahan serta pemasaran. (pra) Editor : Editor Content