Meski hanya warung kaki lima, tetapi setiap pagi selalu terjadi antrian mengular di Gudeg Kangen Bu Manto. Gudeg ini terbilang legendaris karena Bu Manto telah berjualan sejak 1985. Sehari-hari Bu Manto dibantu oleh anaknya, Erni Dwiyanti.
Pembeli dapat menikmati gudeg dengan nasi atau bubur. Selain itu, adapula beberapa menu tambahan lainnya seperti krecek, tahu dan tempe bacem, telur, maupun ayam. Uniknya, Gudeg Kangen Bu Manto menyertakan sayur daun singkong sebagai tambahannya.
"Itu sayur daun singkong, itu ciri khas dari Gudeh Bu Manto. Sudah berjualan sejak 1985 sampai sekarang. Untuk isiannya ada ayam, tahu, tempe, dan telur," jelas Erni, Selasa (8/11).
Sesuai namanya, Gudeg Kangen Bu Manto selalu berhasil membuat pembelinya merasa ingin kembali lagi. Salah satunya adalah Karan, alumni universitas di Jogjakarta tahun 2019. Dia mengenal Gudeg Kangen Bu Manto sejak tahun 2017. Saat itu, Karan selalu menyempatkan waktu untuk sarapan di sini.
Menu favoritnya adalah nasi gudeg lengkap dengan krecek dan tahu bacem. Menurut Karan, Gudeg Kangen Bu Manto memiliki cita rasa yang pas. Manis berpadu dengan rasa gurih dan pedas dari krecek.
"Saya makan di sini dari kuliah, sejak semester dua. Kadang kalau off kuliah, pagi sarapan. Selalu makan di sini. Yang pertama karena porsinya banyak untuk mahasiswa. Saya juga suka gudeg basah. Manis, asinnya pas," katanya.
Gudeg Kangen Bu Manto buka setiap hari, mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Satu porsinya dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu tergantung pilihan lauk. (isa/dwi) Editor : Editor News