Es Dawet Pandawa Pak Bagong kini dikelola oleh Suyati yang merupakan istri Pak Bagong. Dia mengaku es dawet miliknya berbeda dari es dawet di tempat-tempat lain.
Dalam satu gelas es dawet berisi dawet yang terbuat dari tepung aren. Dicampur dengan air santan yang gurih serta campuran gula jawa dan gula batu yang manis legit. Uniknya, Es Dawet Pandawa Pak Bagong juga dilengkapi dengan tambahan tape ketan.
"Ini sudah 43 tahun. Kalau gula saya asli dari Wates, kalau gula batunya dari Solo. Dawetnya saya bikin sendiri," jelasnya saat ditemui di lapak Es Dawet Pandawa Pak Bagong, Rabu (21/9).
Eksis sejak tahun 80-an Es Dawet Pandawa Pak Bagong tak pernah sepi pembeli. Harganya terjangkau yakni Rp 5 ribu untuk satu gelas es dawet beserta campuran tape ketan. Selain masyarakat sekitar, tak jarang para pelanggan datang dari luar daerah.
Seperti Lili warga Surabaya. Dia mengaku sering mampir untuk sekedar menikmati kesegaran Es Dawet Pandawa Pak Bagong. Menurutnya, cita rasa unik terletak pada dawetnya. Apalagi teksturnya yang kenyal menjadikan Es Dawet Pandawa Pak Bagong semakin nikmat dikonsumsi siang hari.
"Kebetulan lagi ada acara ke Jogja kemudian mampir dulu. Tapi setiap mau ke Jogja kita pasti mampir ke sini. Rasa dawet hitamnya itu beda, kenyal dan nikmat," katanya.
Pembeli lainnya, Nova mengatakan Es Dawet Pandawa Pak Bagong wajib untuk dicoba saat mengunjungi Jogjakarta.
"Untuk rasa enak, saya baru pertama kali nyoba es Dawet hitam. Kalau dari testimoninya kan rasanya emang seger. Sepertinya wajib dicoba kalo kesini," ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News