Pendiri sekaligus CEO Waroeng Steak & Shake Jody Brotosuseno mengaku, saat ini cabang usahanya 97 outlet. Tentunya, capaian yang saat ini ditorehkan, melalui perjalanan panjang. Dari awal usaha yang dirintisnya hanya berada di rumah kontrakan. Dengan dua karyawan, Jody menjalankan usahanya itu bersama sang istri Siti Hariyani.
Modal awal usaha, lanjutnya, berasal dari uang penjualan motor satu-satunya. Setelah buka enam bulan, pendapatan yang diperoleh juga minim. Hanya puluhan ribu rupiah. Bahkan pernah tidak ada pembeli sama sekali. Namun saat ini, omzet dari usaha Jody tercatat hingga ratusan miliar per tahun.
“Tanpa kerja profesional nggak akan tercapai," ujarnya di Kantor PT Waroeng Steak Indonesia, Depok, Sleman.
Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia Riyanto menargetkan, sampai akhir tahun akan ada 100 cabang.
“Meskipun belum ada outlet di seluruh dunia, tapi secara berita gaungnya diterima dengan menjadi official," jelas Riyanto.
Sebelumnya, Waroeng Steak & Shake juga mendapat perhargaan Top Brand 2022 dari Frontier Grup untuk kategori restoran steak. Penghargaan lainnya yaitu Top Digital PR Award 2022 dari Top Brand Indonesia yang bekerjasama dengan TRAS N CO. (vis/lan/eno/dwi) Editor : Editor News