Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Pasangan Kumpul Kebo Terjaring Razia

Editor Content • Kamis, 1 September 2022 | 18:56 WIB
SIDAK: Satpol PP Kota Magelang bersama tim gabungan menggelar razia di beberapa penginapan Kota Magelang, Selasa malam (30/8).(DOK Satpol PP untuk Radar Jogja)
SIDAK: Satpol PP Kota Magelang bersama tim gabungan menggelar razia di beberapa penginapan Kota Magelang, Selasa malam (30/8).(DOK Satpol PP untuk Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Sebanyak lima pasangan tak resmi atau ‘kumpul kebo’ dan sepuluh orang yang diduga mencari sumbangan terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) oleh tim gabungan Kota Magelang. Mereka yang terjaring ini lantas dilakukan pembinaan di kantor Satpol PP Kota Magelang, Selasa malam (30/8).

Tim gabungan yang terdiri dari personel Satpol PP Kota Magelang, Polres Magelang Kota, Kodim 0705/Magelang dan Subdenpom IV/2-1 Magelang ini menyasar beberapa penginapan di Kota Magelang. Operasi ini memang terus digencarkan untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di Kota Magelang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat, Satpol PP Kota Magelang Praditya Dedy mengatakan, tim gabungan berhasil mengamankan lima pasangan tidak resmi. "Mereka ini tidak bisa menunjukkan identitas yang lengkap," ujarnya saat dimintai keterangan.

Setelah itu, mereka digelandang ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan sekaligus pembinaan. Kelima pasangan ini, katanya, indikasi awal identitasnya tidak lengkap. Karena dari identitas yang dibawa, mereka didapati tidak terikat dalam pernikahan yang resmi.

Selain mengamankan lima pasangan tak resmi, tim gabungan juga mengamankan sepuluh orang yang diduga melakukan aktivitas pengumpulan dana untuk kegiatan sosial. Berdasarkan pendalaman yang dilakukan, mereka belum mengantongi izin dari Dinas Sosial Kota Magelang.
Sementara dari hasil pengembangan, mereka menjual stiker kepada masyarakat di Kota Magelang. Baik lima pasang dan sepuluh orang tersebut, sebagian besar bukan asli Kota Magelang. (aya/bah) Editor : Editor Content
#Magelang