Tercatat lebih dari 1000 penerima manfaat dari 6 provinsi di Indonesia sejak tahun 2017. Kita Muda Kreatif memberikan dukungan teknis peningkatan kapasitas bisnis bagi para penerima manfaat. Serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian para wirausaha muda mengenai pentingnya upaya pelestarian warisan budaya nusantara.
Sebagai salah satu bagian dari pendampingan teknis Kita Muda Kreatif di bidang digital marketing, UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia mengadakan Pasar Virtual Gelar Karya Cinta Budaya. Berkolaborasi dengan Pemkot Semarang berlangsung Jumat (3/6). Turut melibatkan penerima manfaat dari sektor kerajinan, fashion, serta pariwisata.
Kegiatan ini diadakan bertepatan dengan perayaan Global Community Day dari Citi Indonesia. Merupakan program tahunan dari inisiasi para relawan Citi Foundation untuk terlibat dalam kegiatan sosial di kalangan masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat usaha keras kita semua kondisi saat ini sudah lebih baik dari pandemi Covid-19. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mengobarkan semangat ekonomi kreatif adalah Gelar Karya Cinta Budaya ini. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung program ini yang diselenggarakan oleh UNESCO dan Citi Foundation, yang mendukung wirausahawan muda di seluruh Indonesia," jelas Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu.
Dia berharap melalui Pasar Virtual Gelar Karya Cinta Budaya, produk-produk wirausaha muda kreatif Indonesia mendunia. Bisa menembus pasar internasioal dan mengharumkan nama bangsa.
"Saatnya kita mengambil peran dalam melestarikan kebudayaan melalui produk-produk kreatif dari UMKM di daerah masing-masing," katanya.
Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta – Tim Kita Muda Kreatif Moe Chiba menilai exposure dan praktek langsung adalah pengalaman belajar terbaik. Inilah alasan mengapa Kita Muda Kreatif memulai pasar virtual pada tahun 2020 saat masa pandemi.
"Selain penjualan, mempersiapkan produk tepat waktu, mengembangkan katalog dan mendapatkan masukan dari para konsumen secara langsung adalah bagian-bagian penting dari proses peningkatkan kapasitas," ujarnya.
Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Puni Anjungsari menuturkan timnya ingin memberikan perhatian khusus. Tepatnya dalam memberi peluang usaha guna pemulihan ekonomi komunitas lokal. Terlebih dari dampak pandemi Covid-19.
Oleh karena itu pihaknya berkolaborasi dengan UNESCO dalam menghadirkan Pasar Virtual Gelar Karya Cinta Budaya. Fokusnya memberikan pendampingan dan kesempatan kepada wirausaha kreatif dampingan program Kita Muda Kreatif.
"Agar bisa memperluas jejaring pasar dan penjualan mereka. Semoga kegiatan ini menjadi momen kebangkitan UMKM Indonesia, mampu memperkenalkan produk UMKM lebih luas dan menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan berkarya," katanya.
Para wirausaha muda yang tergabung dalam kegiatan ini adalah pengrajin Gorga, penenun Ulos, pengrajin batik, serta pemandu wisata dari Toba, Jogjakarta, Semarang, Kotatua Jakarta, Lombok dan Bali. Kegiatan pasar virtual ini juga didukung para relawan dari Citi Indonesia dan kantor Citi Bank di Indonesia. (Obi/Dwi) Editor : Editor News