Dia mendorong agar kader-kader Fraksi Gerindra bekerja semaksimal mungkin. Membuktikan diri dalam setiap jabatan strategis Alkap DPRD Kota Jogja. Terfokus pada perjuangan aspirasi masyarakat khususnya dalam bidang legislasi.
"Selama kurang lebih 2,5 tahun ke depan kader-kader terbaik Gerindra harus bersinergi dengan kader partai lain dalam pelayanan kepada masyarakat. Sinergitas ini kami serahkan pada Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Jogja Ririk Banowati," jelas pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DIJ ini, Jumat (13/5).
Anton mendorong para kader Gerindra DPRD Kota Jogja peka. Mampu menangkap aspirasi dan keresahan masyarakat. Tak terlepas pula peran pengawasan kerja eksekutif.
Peran pengawasan, lanjutnya, sangatlah penting. Agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat. Sehingga peran kader dalam setiap komisi menjadi sangat krusial.
"Sehingga apa yang dilakukan pemerintah, dapat terus dimonitor melalui kedudukan kader sesuai bidang komisi-komisi termpatnya berkarya," katanya.
Hasil final pemilihan Alkap DPRD Kota Jogja masing-masing untuk Komisi A terdiri dari Ketua Komisi Wisnu Sabdono (PDIP), Wakil Ketua Komisi Indaruwanto (PAN) dan Sekretaris Komisi Marwoto (Gerindra).
Lalu untuk pimpinan Komisi B terdiri Ketua Komisi Susanto Dwi Antoro (PDIP), Wakil Ketua Komisi Rifky Listianto (PAN) dan Sekretaris Komisi Krisma Eka Putra (Gerindra).
Adapun untuk pimpinan Komisi C terdiri dari Ketua Komisi Ririk Banowati (Gerindra), Wakil Ketua Deddy Jati Setiawan (PDIP) dan Sekretaris Komisi Affan Baskara Patria (PAN).
Sedangkan untuk Komisi D terdiri dari Ketua Komisi Suryani (PDIP), Wakil Ketua Krisnadi (Gerindra) dan Sekretaris M.Ali Fahmi (PAN).
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Jogja Ririk Banowati mengatakan proses pemilihan alkap ini sebagai dinamika yang wajar. Terlebih memang sudah diatur dalam tata tertib masa jabatan.
"Ini dinamika yang wajar, terkait dengan masa jabatan yang diatur dalam tatib masa jabatan 2,5 tahun," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News