Para pengunjung yang datang dari berbagai kota tersebut sengaja memilih Nepal Van Java untuk menghilangkan penat setelah bersilaturahmi ke sanak famili. Bahkan, keberadaan deret perkampungan di kaki Gunung Sumbing itu memang tidak pernah sepi pengunjung. Hampir setiap hari, sedikitnya ada 1.500 pengunjung mendatangi objek wisata itu. "Setiap harinya sedikitnya 1.500 pengunjung datang ke sini," sebutnya.
Dia mengatakan, objek wisata yang juga merupakan salah satu jalur pendakian Gunung Sumbing ini banyak menerima wisatawan dari berbagai kota. Seperti Jakarta, Bogor, Bandung dan berbagai kota di Jawa Timur.
Menurutnya, selain wisatawan yang berkunjung ke Nepal Van Java, ada pula ratusan orang pendaki. Para pendaki gunung tersebut datang ke Dusun Butuh untuk mendaki Gunung Sumbing, melalui jalur pendakian Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik.
Ia menambahkan, objek wisata yang berada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (Mdpl) tersebut selama liburan Lebaran mulai beroperasional pada hari ketiga Lebaran, Kamis (5/5).Sedangkan selama tiga hari Lebaran yakni mulai 2-4 Mei kemarin, objek wisata Nepal Van Java ditutup karena masyarakat setempat melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat lainnya.
Salah satu wisatawan asal Jakarta, Riris, mengaku senang karena berkesempatan berkunjung ke Nepal Van Java. Selain itu, dia mengaku baru pertama kali berkunjung ke sana. "Ini merupakan wisata pertama saya ke Nepal Van Java di Lebaran tahun ini. Setelah berkunjung di rumah saudara yang ada di Magelang sekaligus liburan Lebaran," katanya.
Dia mengaku terkesan dengan pemandangan perumahan penduduk yang ada di Lereng Gunung Sumbing yang notabene tertata dan berwarna-warni. Itu menjadi pemandangan indah tersendiri baginya.
Selain itu, menurutnya, udara di Nepal Van Jawa cenderung cukup segar dan dingin dibanding Jakarta yang panas. Kendati demikian, dia mengaku sedikit kecewa lantaran tidak bisa melihat pemandangan secara sempurna. Pasalnya, saat itu, kondisi di kawasan tersebut diselimuti kabut tebal. "Sangat terkesan sekali. Meskipun tidak bisa melihat dengan sempurna warna cat rumah-rumah penduduk karena kabut tebal yang menyelimutinya," ujarnya. (aya/pra) Editor : Editor Content