Koordinator Museum and Factory Cokelat Monggo Andrew Tjoanda mengatakan para pengunjung bisa membeli produk Cokelat Monggo. Selain dapat menikmati cokelat, pengunjung juga sekaligus akan mendapatkan edukasi mengenai pembuatan cokelat. Mulai dari bahan mentah berupa biji kokoa hingga menjadi cokelat yang layak dikonsumi.
Beberapa spot di Museum and Factory Cokelat Monggo juga sangat instagramable. Dilengkapi dengan berbagai properti tambahan seperti tugu yang terbuat dari cokelat dan icon khas Museum and Factory Cokelat Monggo yakni kereta dan vespa berwarna pink.
“Wisatawan bisa mengunjungi beberapa tempat yang ada di sini, yang pertama tentu saja museumnya. Kita bisa melihat informasi dan serba-serbi terkait cokelat. Mulai dari sejarah cokelat, perkembangan cokelat, proses pengolahan biji kakao menjadi pasta cokelat, dan juga dapat mengunjungi pabrik pengolahan biji kakao yang ada di area belakang museum,” jelas Andrew saat ditemui di Museum and Factory Cokelat Monggo, Sabtu (30/4).
Dia menambahkan, beberapa paket khusus juga ditawarkan pada momen lebaran. Diantaranya, pengunjung dapat merasakan pengalaman mencetak cokelat sendiri. Mulai dari bentuk kepingan ataupun dalam bentuk cokelat praline dengan berbagai macam isian.
Usai berkeliling di dalam museum dan pabrik cokelat, para pengunjung bisa menyejukkan diri di Kedai Cokelat sembari menikmati suguhan berbagai minum dan Gelato berbagai rasa.
“Pengalamannya banyak sekali yang bisa didapatkan di Museum and Factory Cokelat Monggo Bangunjiwo, dengan area yang luas dan parkir yang sangat memadai bisa mengakomodir libur lebaran teman-teman semuanya,” katanya.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Bandung, Kristofora Wiwi mengaku terkesan usai mengunjungi Museum and Factory Cokelat Monggo. Sebagai pecinta cokelat, dia tak hanya bisa menyicipi tapi mempelajari sejarah diciptakannya cokelat hingga proses pembuatannya.
Dia berharap, kedepan Cokelat Monggo sebagai salah satu brand cokelat di Jogjakarta terus berkembang dan bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.
“Saya sebenarnya cari-cari museum, dan ternyata menemukan museum cokelat. Biasanya hanya lihat cokelatnya saja. Pastinya tempat ini menarik dan edukatif. Karena ini made in Indonesia mengapa tidak kita coba eksplor, kita pelajari. Atau kalau bisa kita konsumsi atau kita promosikan di akun sosial media kita, mengapa tidak,” ujarnya.
Pengunjung lainnya Aspir Aris Djahudin mengaku terkesan dengan konsep bangunan yang dimiliki oleh Museum and Factory Cokelat Monggo. Dia mengatakan telah beberapa kali menyicipi Cokelat Monggo, dan cokelat praline menjadi yang paling dia sukai.
“Untuk suasananya saya suka karena di sini adat Jawa nya kental sekali, bisa untuk jalan-jalan dan menikmati budaya Jogja. Saya paling suka cokelat yang agak kecil yang biasa disebut praline, itu enak saya suka, dan ada gelato juga,” ungkapnya. (obi/ isa/Dwi) Editor : Editor News