Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pacu Kualitas dan Profesionalitas PPL Pertanian

Editor Content • Senin, 18 April 2022 | 23:53 WIB
PPL TANGGUH: Perwakilan Polbangtan YoMa dan Perhiptani usai penandatanganan MoU. Foto kanan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi. (POLBANGTAN YOMA)
PPL TANGGUH: Perwakilan Polbangtan YoMa dan Perhiptani usai penandatanganan MoU. Foto kanan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi. (POLBANGTAN YOMA)
RADAR JOGJA - Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) memiliki arti strategis sebagai organisasi profesi mitra Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung penuh kegiatan Perhiptani sekaligus terus memberikan penguatan, pendampingan dan pembinaan bagi petugas penyuluh lapangan (PPL) melalui Perhiptani.

Sebagai organisasi PPL yang beranggotakan hampir 74 ribu orang di seluruh Indonesia, Perhiptani dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian, khususnya di kawasan perdesaan.

SYL mengatakan, untuk mencapai efektivitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian diperlukan PPL berkualitas, kelembagaan yang kuat, serta sarana dan prasarana yang memadai. "Itu semua demi mendukung keberhasilan pelaksanaan penyuluhan di samping perlu didukung komitmen dari pimpinan wilayah," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Perhiptani merupakan organisasi profesi yang mewadahi penyuluh pertanian guna mendukung program pemerintah dan kegiatan masyarakat mewujudkan sistem pertanian yang kuat dan modern.

Tujuan utama pendirian Perhiptani adalah mengembangkan sistem penyuluhan pertanian, menyebarluaskan ilmu, teknologi, metode, dan manajemen penyuluhan pertanian. Juga membina jiwa korsa, mengembangkan profesionalisme, dan menyalurkan aspirasi penyuluh pertanian.

Dukungan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM PPL menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian. Karena penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya strategis dalam menggerakkan pencapaian pembangunan pertanian melalui peningkatan kualitas SDM dan manajerial petani. Agar mereka mampu mengelola usaha tani secara produktif, efisien, dan menguntungkan.

Dengan adanya PPL yang profesional, kata Dedi, tentu akan memberikan dampak besar pada petani, agar produktivitas tetap meningkat bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga. “BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian," tegasnya. "Itu berarti segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP yang akan terus dilakukan secara struktural bersama pemerintah daerah dan secara pendampingan mitra seperti melalui organisasi profesi," tandas Dedi

Dalam tataran pendampingan teknis, BPPSDMP melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) melaksanakan pembinaan dan pendampingan dalam beberapa hal penting. Antara lain, peningkatan kapasitas pemenuhan angka kredit untuk pengembangan karir, penulisan karya ilmiah/publikasi/jurnal, pembuatan media penyuluhan, penelitian terapan, pengkajian lapangan, serta pengembangan karakter dan capacity building.

Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto menyatakan, dukungan riil Kementan melalui lembaga yang dipimpinnya merupakan bagian dari tupoksi dalam pelayanan tri darma perguruan tinggi. Yakni, proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Dengan adanya dukungan kepada Perhiptani, Kementan hadir sebagai pendamping dan pembina dalam rangka sinergisitas untuk mencapai cita–cita pembangunan pertanian," ungkapnya.

Bambang mengatakan, ada tiga kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Yakni pertanian yang maju maju, mandiri, modern, dan didukung PPL yang tangguh di lapangan.

Langkah nyata Polbangtan YoMa dalam pendampingan di lapangan dilakukan dengan penandatangan kerja sama yang diwakili Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Nurdayati dengan DPD Perhiptani Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan Magelang belum lama ini. Khususnya kerja sama peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas PPL.

Ketua DPD Perhiptani Temanggung Fajar Wardono menyambut baik dan berterima kasih dengan upaya kerja sama tersebut. Sebagai organisasi profesi, kata Fajar, Perhiptani sangat terbatas dalam penguasaan akses, SDM, dan pendanaan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas anggotanya.

Fajar berharap, melalui MoU tersebut bisa mendapatkan dukungan dalam peningkatan kualitas, kemampuan, serta kinerja anggota Perhiptani. Terutama dalam bertugas sebagai garda depan pembangunan pertanian di wilayah. Seiring dengan tantangan zaman. Khususnya pada era digitalisasi 4.0 yang dinamis. (yog) Editor : Editor Content
#Perhiptani #PPL #Polbangtan #kementan #Pertanian #BPPSDMP