Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta Lalu Wahyu Efendi menuturkan timnya menerima laporan anak hilang, Sabtu (16/4). Saat ditelusuri ada jejak sedang bermain dengan 2 temannya di lokasi kejadian. Dikuatkan dengan rekaman CCTV milik warga.
"Kami terima informasi bahwa telah terjadi kondisi membahayakan jiwa manusia 1 orang tenggelam di DAM Lepen Sungai Gajah Wong. Tim langsung bergerak menyisir sungai dan sekitar DAM," jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/4).
Keterangan awal menyebutkan korban meninggalkan rumah sekitar 14.30 WIB, Sabtu (16/4). Fabian sempat pulang untuk meminta uang jajan. Namun oleh kakak korban tidak diberi.
Setelahnya korban bermain dengan 2 temannya. Saat itu pergi dengan mengendarai sepeda. Hingga malam tiba, korban dilaporkan belum pulang ke rumah.
"Sepeda korban ditemukan di angkringan dekat titik lokasi korban bermain sekitar jam 19.30 WIB. Karena minimnya saksi yang melihat korban jatuh kesungai, kami terus menggali info. Kedua teman korban masih takut untuk dimintai keterangan maka kesulitan kami untuk menggali informasi," katanya.
Untuk pencarian hari pertama, tim dibagi menjadi 3 search and rescue unit (SRU). Tim SRU 1 melakukan pencarian disekitar lokasi hilang. Dengan menggunakan peralatan aqua eye dan peralatan selam.
"Sementara tim SRU 2 melaksanakan penyisiran dengan body rafting dari DAM Mrican ke arah selatan sejauh 2 kilometer. Lalu SRU 3 melaksanakan penyisiran di tepi kanan dan kiri sungai sejauh 2 kilometer," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News