Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banyak Diminati, Punya Nilai Estetika Tinggi

Editor Content • Sabtu, 19 Maret 2022 | 14:51 WIB
Agus Suprapto Dosen Fak Pertanian Untidar.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
Agus Suprapto Dosen Fak Pertanian Untidar.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan cabang komoditas florikultura atau tanaman berbunga dan tanaman hias. Bahkan banyak para pecinta maupun penjual tanaman hias yang kerap tertarik untuk mulai bisnis. Mengepakkan sayap hingga ke luar negeri.

Selain lahan dan cuacanya yang sangat memungkinkan, kekayaan hayati florikultura di Indonesia memang sangat luar biasa. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tidar (Untidar) Magelang Agus Suprapto menilai, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas itu menjadi peluang bisnis.

Berdasarkan data yang dihimpun, nilai ekspor tanaman hias di Indonesia mengalami kenaikan signifikan. Nilainya mencapai 69,7 persen pada periode Januari hingga September 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain untuk kepentingan bisnis, tanaman hias banyak diminati lantaran kerap digunakan dalam bidang kesehatan. Seperti bahan baku pembuatan kosmetik. “Selain itu, juga digunakan sebagai sarana penghibur jiwa. Bahasa kerennya healing,” kelakarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (17/3).

Menurut Agus, tanaman hias dapat digunakan sebagai upaya untuk mengurangi stres dan daya imunitas dalam tubuh akan meningkat. Sehingga, banyak dari para pecinta tanaman hias yang hanya sekadar menghabiskan waktunya melihat tanaman miliknya.

Selain untuk kesehatan, Agus menyebut tanaman hias memiliki nilai estetika atau keindahan yang tinggi. Tidak dapat dipungkiri, semua orang memang suka akan keindahan. Entah itu tanaman maupun barang lainnya. Tentu hal itu menjadi nilai tambah untuk merawat tanaman hias.

Bahkan banyak pula pekarangan rumah, restoran, maupun hotel-hotel yang memilih tanaman hias sebagai bahan pajangan. “Sekarang hampir semua orang ingin me-refresh kejenuhan, salah satunya dengan membeli tanaman hias. Tidak peduli berapa harganya,” sebut Agus.

Ketiga, Agus menyebut, jika dilihat dari segi lingkungan, tanaman hias notabene memiliki tingkat kebersihan dan suplai oksigen yang tinggi. Terakhir, tanaman hias dapat meningkatkan sektor perekonomian atau bisnis.

Sehingga tak jarang para pecinta tanaman hias merogoh kocek yang dalam untuk membeli satu pot tanaman hias. Bahkan ada pula yang satu daunnya dibanderol dengan harga jutaan rupiah. Menurut Agus, tanaman hias menjadi satu peluang ekspor yang menjanjikan.

Ketika seseorang membeli satu pot saja, jika dirawat dengan betul, keuntungan akan diperoleh dengan mudah. “Banyak juga yang menggunakan kultur jaringan. Sehingga bermutu tinggi dan dapat diperjualbelikan lagi,” jelas Agus.

Dia menyebut, ada berbagai tanaman hias yang banyak diminati pangsa pasar ekspor. Seperti anggrek, anturium, anyelir, gladiol, hingga mawar. Ia menyebut, negara tujuan ekspor tanaman hias paling banyak adalah Singapura, Tiongkok, Thailand, Amerika Serikat, Malaysia, Australia, Kanada, Jerman, Inggris, hingga Belanda.

Kendati banyak diminati, nyatanya Indonesia masih kalah dengan Malaysia, Vietnam, Singapura, maupun Thailand. Sehingga, kata Agus, Indonesia hanya mampu menyumbangkan satu persen pendapatan dunia dengan ekspor tanaman hias. Pasalnya, di negara-negara subtropis, tanaman hiasnya lebih banyak dan beragam. “Tapi Indonesia juga mampu mengekspor ke negara-negara tersebut,” katanya.

Seiring tren yang terus berkembang, pameran tanaman hias seringkali dijadikan sebagai media promosi untuk menggenjot pendapatan bisnisnya. Banyak pula komunitas yang mewadahi para pecinta tanaman hias.

Menurut Agus, pendapatan dari menjual tanaman hias sangat menjanjikan. Pasalnya, tanaman hias tidak akan lekang oleh waktu. “Setiap waktu, pasti ada permintaan tanaman hias. Entah dari mana pun,” tambahnya.

Agus mengatakan, untuk saat ini yang perlu dikembangkan adalah jiwa kewirausahaan. Karena peluang menjadi seorang wirausahawan sangat besar. “Ini harus tumbuh. Kalau digeluti, akan menambah jaringan sehingga permintaan tanaman hias semakin banyak,” tandasnya. (aya/laz) Editor : Editor Content
#Untidar Magelang