Beragam menu mulai dari kopi Solong, teh tarik, wedang uwuh olahan, bakmie jawa, pempek, iga bakar, pecel, soto, sego angkringan, steamboat, olahan ayam semua tersedia. Adapula jajanan tempo dulu yang tersaji di beberapa stan makanan.
"Kami sudah beroperasi sejak Agustus 2021 lalu. Tepat setelah pandemi Covid-19," jelas pengelola Warung Betah Mampir Oppie Sarasvati, Jumat (18/3).
Segmen pembeli dari sentra kuliner ini beragam. Mulai dari mahasiswa hingga keluarga yang ingin menikmati waktu santai.
Berdirinya Warung Betah Mampir juga memiliki cerita. Tujuan utamanya adalah menampung para pelaku UMKM yang gulung tikar akibat pandemi Covid-19. Sehingga tidak bisa berjualan di tempat semula.
"Kami punya kepedulian pada UMKM yang kesulitan mendapat ruang untuk berkarya. Kami wadahi untuk buka bersama, saling menguntungkan begitu harapannya," katanya.
Berawal dari sinilah sepakat untuk saling mengisi. Hingga akhirnya terkumpul 10 UMKM dengan menu yang berbeda. Tentunya untuk bangkit pasca terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Keunikan lain adalah adanya jargon Ayo Ngerasani Kanca. Kalimat ini merupakan ajakan untuk rerasan. Namun dalam ranah yang positif. Termasuk melahirkan ide-ide brilian dalam kegiatan maupun kehidupan sehari-hari.
"Ini kami usung karena ya kebiasaan kita memang rerasan atau membicarakan orang lain ketika berkumpul. Namun tetap arahnya rerasan yang positif dan produktif. Semua berawal dari rerasan," ceritanya. (Dwi) Editor : Editor News