Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Surga Surfing dan Snorkeling di Bekas Gunung Api Purba

Editor Content • Minggu, 31 Oktober 2021 | 14:08 WIB
LAYAK DIKUNJUNGI: Pecinta olahraga surfing bersiap diri menantang ombak kawasan Pantai Wediombo, Jepitu, Girisubo. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.(ISTIMEWA)
LAYAK DIKUNJUNGI: Pecinta olahraga surfing bersiap diri menantang ombak kawasan Pantai Wediombo, Jepitu, Girisubo. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, memiliki spot selancar dan senorkeling yang unik. Selain menikmati sunset, para penantang ombak juga bisa belajar ilmu geologi.

Pantai Wediombo satu-satunya pantai yang menghadap ke barat jadi sehingga bisa melihat matahari tenggelam. Apa bisa melihat sunrise? lokasinya berada di perbukitan. Pasirannya landai sehingga aman untuk wisata keluarga. Tak hanya itu, jika Pantai Wediombo surut, pengunjung bisa melihat kolam alami nun ndah.

Cocok digunakan surfing termasuk snorkeling, karena merupakan pantai yang digunakan sebagai konservasi sumber daya laut. Wisatawan tidak perlu khawatir karena di lokasi tersebut tersedia warung, dan penginapan dan lain-lain. Makanan laut mulai lobster, ikan goreng hingga belalang goreng ada.
Menariknya lagi, fenomena kebumian yang dapat ditemukan di Teluk Wediombo. Adalah segemen pantai bagian timur Wediombo ditempati oleh batuan gunung api (breksi gunungapi, lava, setempat retas andesit) dan terobosan mikrodiorit yang berumur sekitar 40 juta tahun.

Sekretaris Dinas Pariwisata Hary Sukmono mengatakan, sebelum pandemi pengunjung Pantai Wediombo bisa mencapai 270 ribu orang. Pantai wediombo merupakan salah satu geosite dari 13 geosite Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Pantai tersebut satu diantara 27 destinasi wisata yang melakukan uji coba terbatas selama penerapan PPKM Level 2."Sesuai Inmendagri kapasitas tiap lokasi wisata dibatasi maksimal hanya 25 persen," kata Harry Sukmono Jumat (29/10).

Ketua Wediombo Surfing Society (WOSS), Tugiyanto mengatakan, komunitasnya mulai memberikan layan sejak 2014 dan berbadan hukum sejak 2017. Anggota ada 30-an. Untuk jasa pemanduan satu orang satu wisatawan dengan durasi satu jam dibandrol Rp 150 per jam. Susur pantai Wedimbo-Greweng untuk 5 orang dengan 2 pemandu dipatok Rp 150 ribu. "Sama, untuk pemanduan senorkeling," kata Tugiyanto. (gun/pra) Editor : Editor Content
#pantai wediombo #Gunung Api Purba #Kapanewon Girisubo #Kalurahan Jepitu #Surga Surfing