Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buat QR Code Sendiri, Persiapan Buka Wisata

Editor Content • Kamis, 30 September 2021 | 19:10 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Lamanya proses pendaftaran, untuk mendapatkan QR Code Peduli Lindungi, disiasati. Pemkot Jogja menguji QR Code buatannya untuk mengatur jam kunjungan wisatawan khususnya di Malioboro.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, pemilihan Malioboro sebagai lokasi untuk uji coba QR Code itu karena tiap akhir pekan mulai banyak dikunjungi masyarakat luas. Sejauh ini beberapa destinasi wisata sudah dimintakan QR Code PeduliLindungi ke Pusat Data dan Informasi Kemenkes.

Namun, karena prosesnya tidak sebentar pihaknya mencoba membuatnya sendiri. Sudah diuji cobakan sejak pekan lalu. "Mau tidak mau kami menggunakan model aplikasi kita sendiri untuk memonitor mereka terutama dalam waktu weekend," ujarnya, Rabu (29/9).

Nama dari link QR Code yang dibuatnya itu masih belum dapat dipastikan. Nama, Sowan Jogja yang dipakai pekan lalu pada pasalnya perlu direvisi. QR Code kali ini akan dikelola oleh Dinas Kebudayaan, yang sebelumnya QR Code yang sudah ada di Malioboro dikelola oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja. "Terutama ini untuk monitoring dua jam di Malioboro dan tiga jam parkir sedang kita uji cobakan. Hasilnya kemarin belum ada laporan," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengusulkan kepada pemerintah pusat agar lebih banyak tempat wisata yang dibuka. Kebijakan penutupan sebagian besar tempat wisata di DIJ cenderung lebih berisiko. Karena hasrat pelancong untuk liburan tergolong tinggi
Saat ini baru ada tujuh destinasi wisata yang boleh menggelar uji coba pembukaan. Yakni Kebun Binatang Gembira Loka, Tebing Breksi Prambanan, Kawasan Candi Boko, Hutan Pinus Mangunan, Hutan Pinus Pengger Bantul, Seribu Batu Bantul, dan Merapi Park Sleman.

Wisatawan asal luar daerah pun banyak mengunjungi destinasi-destinasi yang belum mengantongi izin pelaksanaan uji coba pembukaan. Padahal, di tempat wisata yang tutup itu sama sekali tidak ada petugas yang berjaga. "Sehingga kami usulkan karena resikonya terlalu besar. Sehingga saya minta lebih baik (tempat wisata) dibuka tapi kita bisa mengawasi daripada ditutup tapi kita tidak bisa ngawasi," ujarnya ditemui di Kepatihan.

Menurut dia, beberapa destinasi wisata besar seperti Pantai Parangtritis memang ditutup. Namun, kenyataannya tempat tersebut masih ramai dikunjungi wisatawan/
"Soalnya (yang buka) kan baru tujuh tapi faktanya kayak Parangtritis dan sebagainya juga penuh. Karena masuknya pukul 01.00 sebelum subuh," lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo menyatakan pihaknya memang akan mengusulkan penambahan destinasi wisata yang dibuka kepada pemerintah pusat. Namun, destinasi yang diutamakan untuk diusulkan adalah destinasi wisata outdoor. "Sifatnya seperti yang mirip dengan Desa wisata, yang pasti outdoor dan masih terbatas," ujarnya. (kur/wia/pra) Editor : Editor Content
#pantai parangtritis #Malioboro