Kali ini lebaran kustom kulture dirancang dengan khidmat, lebih dari 150 karya dihadirkan dalam konsep galeri atau museum. Dari karya itu, separonya merupakan karya sepeda motor dan sisasanya mobil, die cast, sepeda dan Vespa. Dengan format ini seluruh karya ditampilkan dengan pendekatan artistik, dilengkapi dengan video profile karya, narasi atau deskripsi konsep dan spesifikasi detail tentang karya tersebut.
“Dari segi konsep kita ubah lebih ke art galery dan meniadakan acara-cara yang melibatkan banyak orang,” ujar Lulut Wahyudi, Direktur Kustomfest, Rabu (16/12).
Gelaran Kustomfest 2020 ini menurut Lulut, merupakan respon dari pandemi Covid-19, di mana anak-anak muda pelaku kostume tidak hanya diam, tetapi tetap aktif dan berkarya. “Masa pandemi tidak menyurutkan dunia kostume global untuk menghasilkan karya-karya modifikasi,” tuturnya.
Lulut menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja dan juga membatasi jumlah pengunjung.
“Kita telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Jogja, kami juga mematuhi aturan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sesuai dengan pentujuk yang diberikan,” tambahnya.
Tahun ini pengunjung dibagi menjadi empat sesi, di mana setiap sesi hanya terdiri dari 60 orang yang boleh masuk dan hanya memiliki waktu 2 jam kunjungan.
Sementara itu, Kabag Tapem dan Kesra Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja Octo Noor Arafat, mengatakan, Kustomfest 2020 menjadi satu model penyelenggaraan even yang pengelolaannya memerhatikan protokol kesehatan, mulai dari pendaftaran peserta hingga alur untuk peserta pun sudah diatur.
“Kesadaran dari pengelola even untuk menjaga rekomendasi dari Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Jogja cukup baik dan juga melibatkan Camat selaku Satgas Penanganan Covid-19 untuk ikut serta memantau even ini,” ujarnya.
Octo menegaskan, Pemkot akan melakukan pemantauan pada even yang biasanya disebut dengan ‘Lebarannya Penggiat Kustom Kulture’ ini.
“Karena even ini jangka waktunya cukup panjang maka Pemkot akan sinergi dengan panitia maupun dengan kecamatan untuk memantau even ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya. (*/sky)
Editor : Editor News