Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Posyandu Libur, Balita Periksa Kesehatan Turun

Editor Content • Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:03 WIB
SAYANG CUCU: Rosiyah, 52, warga Kampung Trunan, Tidar Selatan, Magelang Selatan, Kota Magelang, sedang meninabobokkan cucunya,(21/10).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
SAYANG CUCU: Rosiyah, 52, warga Kampung Trunan, Tidar Selatan, Magelang Selatan, Kota Magelang, sedang meninabobokkan cucunya,(21/10).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Angka stunting pada balita di Kota Magelang meningkat selama pandemi Covid-19. Per September ini angka balita dengan gangguan gizi buruk mencapai 13,91 persen. Atau hanya menyasar 4.343 balita saja.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Magelang Agus Tri Ratmoko menjelaskan, meningkatnya angka stunting lantaran pos pelayanan terpadu (Posyandu) diliburkan selama pandemi. Sehingga mempengaruhi tingkat kunjungan masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan balitanya.

Sasaran yang biasanya (sebelum pandemi, Red) di angka 5.588, kini menyusut sebanyak 1.245 balita. Angka itu tersebar di tiga kecamatan se-Kota Magelang. Yakni Magelang Utara, Magelang Tengah, dan Magelang Selatan.

“Sementara ini yang terbanyak di Magelang Selatan,” kata Agus saat dihubungi Rabu (21/10). Kendati begitu, dia tak menyebut detail berapa angka stunting di masing-masing kecamatan.

Angka stunting saat ini termasuk tinggi. Sebab jumlahnya melebihi angka kasus stunting tiga tahun lalu. Yakni 2017 mencapai 13,86 persen. Pada 2018 mencapai 11, 22 persen dengan jumlah 6.619 balita dan  2019  semakin menurun di angka 8,92 persen dari total balita mencapai 6.489. "Posyandu libur ada kenaikan kasus, dikarenakan jumlah balita berkunjung atau denominator turun,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana (Plt) Dinas Kesehatan Kota Magelang Majid Rohmawanto menambahkan, langkah penanganan tetap dilakukan. Yakni dengan melanjutkan program kesehatan remaja, kesehatan ibu hamil dan pelayanan kesehatan anak balita. Termasuk  pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil, PMT balita dan pemberian multivitamin pada balita.

Dikatakan, beberapa program upaya pencegahan stunting saat ini ditunda. Sebab, adanya refocusing anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19. Dengan demikian program itu direncanakan pada 2021. “Seperti kegiatan skrining Hemoglobin (Hb) dan pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar  selalu memantau kesehatan balita dan ibu hamil. Terutama untuk penimbangan berat badan. Nah, masyarakat diharapkan melaporkan kepada tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Baik secara online maupun offline dengan membuat janji temu. (mel/laz) Editor : Editor Content
#Magelang #Angka stunting #Kesmas #balita Kota Magelang #Pandemi Covid-19 #posyandu