“Dua lokasi di sungai itu kami bekerjasama dengan Temanggung dan Jogja,” kata Heri saat dihubungi kemarin. Kebiasaan masyarakat yang harus dihindari yakni dengan tidak berada di tengah sungai. Sebab, jika hujan deras di daerah hulu maka sungai akan meluap secara tiba-tiba.
Sekalipun berada di tengah atau pun hilir, dapat hanyut tersapu luapan sungai. “Ada kebiasaan masyarakat dzuhur di batu tengah sungai. Makan di batu di tengah sungai. Kalau ada hujan deras di atas, sungai tiba-tiba meluap,” ungkapnya.
Selain itu, para pencari ikan juga rawan terkena luapan ombak. “Orang pencari ikan di tengah sungai. Saya mengimbau dari pinggir saja. Tapi masih juga ada yang di tengah,” jelasnya.
Bahkan saat tidak ada luapan air sungai pun bukan berarti tidak ada risiko. “Misalnya menjala ikan di tengah sungai. Ternyata tidak ada luapan pun bisa membunuh. Dia terpeleset batu terbentur kepalanya pingsan, terendam di air dan meninggal dunia,” katanya.
Ia pun terus membekali anggotanya untuk terampil melakukan upaya penyelamatan. “Kami mencoba simulasi bagaimana kita menolong korban sedemikian rupa sehingga minim risiko. Setiap saat relawan harus memiliki keterampilan yang bagus,” tandas Heri. (asa/laz) Editor : Editor Content